Friday, October 24, 2008

GRAFITY!

Hey kalian para Putih-Abu-abu-ers yang udah kelas XII! Hmm… ngga terasa nih kalian udah berada di tahun terakhir kalian di SMA! Wah, pastinya seneng banget dong jadi anak kelas XII, anak paling senior di sekolah! Emang sih kalau udah di kelas XII rasanya paling bebas, mau ngapain aja bisa tanpa ada senior lain yang sewot sama tingkah kita. Hahaha, perasaan kayak gitu boleh aja, ngga salah kok, tapi teman-teman juga harus tetap ingat dan sadar bahwa kalau udah kelas XII artinya tanggung jawab teman-teman semakin besar karena teman-teman semua harus semakin mempersiapkan diri untuk berbagai ujian akhir, seperti UN, UAS, dan ujian-ujian sekolah lainnya. Nah, yang ngga kalah penting adalah ujian SPMB, atau yang sekarang udah populer dengan nama SNMPTN! Tentunya teman-teman semua ngga cuma mau selesai sekolah sampai tingkat SMA doang kan? Pasti semuanya mau melanjutkan pendidikannya ke jenjang bangku perkuliahan, dan tentunya saya yakin tujuan utama teman-teman semua adalah untuk diterima di PTN. Siapa yang mau masuk UI? Atau UGM? UNPAD? ITB? IPB? Nah, demi mencapai cita-cita kalian, terus sampai saat ini, udah sampai mana persiapan kalian? Hmm… mungkin banyak dari kalian yang udah mengikuti berbagai bimbingan belajar? Jika kalian udah ikut bimbel-bimbel, itu udah merupakan suatu langkah yang tepat karena memang dengan mengikuti bimbel itu sangat membantu kita dalam berbagai latihan-latihan soal SPMB sehingga kita menjadi semakin terbiasa dengan tipe-tipe soal tersebut. Lalu apa lagi? Ada satu hal lagi selain bimbel yang bisa teman-teman ikuti, yaitu berbagai Try Out SPMB, entah yang diadakan oleh sekolah, bimbel, atau mungkin E.O. yang memang spesialis menyelenggarakan Try Out SPMB.

Nah, buat teman-teman sekalian yang siap untuk menggapai cita-citanya di bangku PTN 2009, kita dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2008, Universitas Indonesia, dengan bangga mempersembahkan suatu acara yang cuma buat kalian anak-anak SMA kelas XII se-Jabodetabek, khususnya buat kalian yang bulan Agustus 2009 nanti mau diterima di PTN-PTN pilihannya!

Ya, BEM FISIP UI 2008 mempersembahkan GRAFITY! Oke, ada yang tau ngga GRAFITY? Hmm… oke kita kasih tau nih, hehe, GRAFITY (Get Ready for FISIP UI Try Out) adalah suatu acara Try Out SPMB (untuk jurusan IPA dan IPS) yang diadakan oleh BEM FISIP UI 2008. Try Out ini ngga kayak try out-try out biasa yang abis ngerjain soal terus pulang. Oh ngga gitu. Tenang aja, karena kita punya acara yang asik di GRAFITY ini. Emang ada apa aja sih? Jadi gini, di GRAFITY nanti, setelah kalian selesai mengerjakan soal-soal try out, akan langsung ada pembahasannya, tapi tentunya lembar jawaban kalian sebelumnya sudah dikumpulkan. Nah, asik banget kan? Jadi kalian abis ngerjain soal ngga pulang dengan penasaran sama soal-soal yang emang susah dan ngga bisa dikerjakan. Terus apa lagi? Selain pembahasan soal-soal try out, kalian akan diberikan penjelasan mengenai sistem BOP UI dari pihak rektorat. Apa itu BOP? BOP itu adalah Biaya Operasional Pendidikan. Nah, emang katanya masuk UI mahal ya? Biaya per semesternya juga mahal? Weits, tunggu dulu, nah gini kan kalau kalian kurang informasi. Jadi sekarang ini UI menerapkan suatu sistem pembayaran yang namanya BOP Berkeadilan. Wah apa lagi tuh? Intinya BOP Berkeadilan ini membuat semua mahasiswa yang kuliah di UI membayar biaya kuliah per semester sesuai dengan kemampuan orang tua, tidak lagi dipukul rata. Jadi BOP antara si A, B, dan si C akan berbeda, tergantung dari kemampuan orang tua masing-masing. Bingung? Nah, makanya rugi banget kan kalau ngga ikut GRAFITY! Selain kalian latihan soal-soal try out, terus ada pembahasannya juga, dan kalian akan mendapatkan suatu informasi yang penting banget, apalagi buat kalian yang emang mau melanjutkan pendidikannya di kampus The Yellow Jacket ini. Ada lagi yang lain ngga? Oh ada, nanti kita akan menampilkan film tentang FISIP UI dan juga di lokasi try out akan ada stand-stand dari pihak sponsor yang pastinya ngga kalah seru.

Jadi udah kebayang kan kalau GRAFITY seru banget? Nah, terus kapan dan di mana? Oke, dicatat ya! GRAFITY akan diadakan serempak di tiga SMA Negeri di Jakarta dan Bogor, yaitu SMA Negeri 21 Jakarta, SMA Negeri 70 Jakarta, dan SMA 1 Bogor pada hari Minggu, 30 November 2008 pukul 08.00 – 12.30 WIB. Namun, sebelum kita mengadakan try out, kita akan mengadakan roadshow atau kunjungan ke sekolah-sekolah kalian! SMA mana saja yang akan kita kunjungi antara lain, SMA Negeri 9, SMA Negeri 37, SMA Negeri 42, SMA Negeri 48, SMA Negeri 81, SMA Negeri 61, SMA Negeri 71, SMA Negeri 91, SMA Negeri 12, SMA Negeri 103, SMA Negeri 38, SMA Negeri 30, SMA Negeri 3, SMA Negeri 65, SMA Negeri 82, SMA Negeri 68, SMA Negeri 44, SMA Negeri 92, SMA Negeri 8, SMA Negeri 4, SMA Negeri 53, SMA Negeri 47, SMA Negeri 67, SMA Negeri 105, SMA Negeri 31, SMA Negeri 45, SMA Negeri 46, SMA Negeri 80, SMA Negeri 85, SMA Negeri 75, SMA Al-Azhar Pusat dan SMA Labschool Kebayoran. Harga pretiket Rp22.000,00, on the spot Rp24.000,00. Tiket bisa dibeli di sekolah-sekolah yang kami kunjungi dalam roadshow atau bisa juga langsung pesan ke Yuni di nomor telepon 081314189090.

Oke, berarti udah ngga ragu lagi dong untuk ikut GRAFITY! Karena salah satu gerbang awal menuju cita-cita PTN favorit kalian di mulai dari sini! GRAFITY, Lets chase your way to catch your dreams!

Visit GRAFITY on Friendster!
Friendster Profile: grafity.fisip.ui@gmail.com

Fauzan Al-Rasyid
Divisi Humas, Publikasi, dan Dokumentasi (HPD)
GRAFITY
Departemen Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Indonesia
2008

Fauzan Prince

Posted by Fauzan at 08:02:42 | Permalink | Comments (2)

Siapa Bisa?

Ayo ayo, ada teka-teki nih! Iseng-iseng daripada ngga ada kerjaan, mending coba jawab teka-teki di bawah ini, hehe. Siapa yang bisa? Ada 5 orang yang memiliki perbedaan kebangsaan, warna rumah, profesi, hewan peliharaan, dan minuman kesukaan. Rumah kelima orang tersebut terletak sejajar.

Petunjuk:
1. Orang Inggris tinggal di rumah bewarna merah.
2. Orang Swedia memelihara seekor kelinci.
3. Orang Denmark senang minum teh.
4. Rumah bercat hijau berada tepat di sebelah kiri rumah bercat putih.

5. Penghuni rumah bercat hijau senang minum kopi.
6. Dokter memelihara burung.
7. Penghuni rumah yang berada di tengah senang minum susu.
8. Penghuni rumah bercat kuning adalah seorang ilmuan.
9. Orang Norwegia tinggal di rumah pertama.
10. Designer tinggal di sebelah rumah orang yang memelihara kucing.
11. Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah rumah ilmuan.
12. Wiraswasta senang minum jus.
13. Di sebelah rumah bercat biru tinggal orang Norwegia.
14. Orang Jerman berprofesi sebagai seorang ahli ekonomi.
15. Designer bertetangga dengan orang yang senang minum air mineral.

Pertanyaan:
Siapakah dari kelima orang tersebut yang memelihara ikan?

Posted by Fauzan at 07:34:29 | Permalink | No Comments »

EUROPE ON SCREEN 2008

L’Europe fête son cinema en Indonésie pour la 8ème année ! C’est reparti pour 8 jours de cinema européen dans la capitale indonésienne. 19 pays, 30 films, 5 lieux de projection, des discussions, des rencontres et surtout autant d’occasions de connaître un continent qui a de commun avec l’Indonésie d’être « Uni dans la diversité ».

Le paysage urbain ; la majorité des Européens y vivent et travaillent. En fait, le paysage urbain est au centre de la plupart -si ce n’est de toutes- les problématiques importantes qui se posent en ce moment dans les zones urbaines européens. Une multitude de forces modèlent les formes et mécanismes urbains. Europeon Screen 2008 mettra en scène la voix émergente, fraîche et engage des films de fiction et documentaires de 19 pays Européens. En lien avec le theme de cette année, Paysage de ville et Vision urbaines, la programmation présentera les energies spatiales et socials en concurrence dans le paysage urbain européen ainsi que les mécanismes de changements urbains dans les villes contemporaines d’Europe.

Europe on Screen voyagera en Indonésie dans les villes de Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banda Aceh, Medan, Makassar et Semarang.

de Voilà no 17 / septembre - décembre 2008

Fauzan Prince

Posted by Fauzan at 07:25:47 | Permalink | No Comments »

Sunday, October 19, 2008

111 Fakta dan Ciri Khas Orang Indonesia

Kali ini saya mencoba menulis beberapa fakta dan ciri khas masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di Jakarta, sebuah kota metropolis di Indonesia. Memang kebanyakan yang saya tulis di bawah ini adalah hal-hal yang bersifat negatif dan sebenarnya sangat memalukan, sedangkan saya hampir tidak menuliskan hal-hal positif tentang Indonesia. Mengapa? Ya, saya rasa justru dengan ditulisnya hal-hal negatif ini minimal kita bisa saling mengintrospeksi diri kita sendiri dulu. Setelah Anda membaca artikel saya ini, silahkan bila Anda ingin menambahkan ciri-ciri lainnya karena sampai dengan saya menulis artikel ini, yang baru terpikir oleh saya hanya sebanyak 111. Oke, berikut ini adalah 111 fakta dan ciri khas orang Indonesia:

1. “Kapan libur?” merupakan suatu pertanyaan yang sangat sering ditanyakan oleh orang Indonesia

2. anak-anak kecil di Indonesia lebih hafal lagu-lagu pop, rock, dan semacamnya daripada lagu-lagu wajib nasional Indonesia (bahkan lagu Indonesia Raya)

3. Ancol selalu ramai di hari Lebaran dan Tahun Baru

4. artis-artis Indonesia yang sudah kurang laku, mencoba peruntungan di dunia politik

5. bahasa gaul dan bahasa SMS adalah salah satu bahasa wajib di Jakarta

6. banyak orang yang tidak membeli karcis KRL Ekonomi, padahal harganya rata-rata hanya berkisar antara Rp1.500,00 – Rp2.500,00

7. banyak yang menuntut hak padahal mereka belum melakukan kewajiban

8. berbicara dengan bahasa daerah di tengah-tengah orang-orang yang tidak mengerti bahasa tersebut adalah suatu kepuasan batin

9. cinta ditolak? Dukun bertindak!

10. dangdut sangat digemari oleh masyarakat luas

11. di Indonesia, seseorang bisa jatuh pingsan ketika bertemu dengan idolanya

12. di Indonesia, setiap guru Bahasa Indonesia memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang Bahasa Indonesia, tidak ada yang sama. Jawaban mengenai satu soal EYD (misalnya) bisa menjadi sangat rumit dan beragam (berbeda-beda) bila ditanyakan oleh guru-guru Bahasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke

13. di setiap pesantren, Kiyai tidak pernah salah

14. di setiap truk-truk pengangkut barang biasanya terdapat gambar-gambar lukisan wanita di bagian belakang

15. di universitas-universitas di Indonesia banyak remaja yang berminat belajar di Fakultas Hukum

16. diberhentikan oleh polisi lalu lintas berarti harus siap-siap merogoh kocek Anda

17. Dufan adalah tempat yang cocok untuk berbagai masalah asmara dan percintaan

18. film horor selalu menjadi suatu tontonan yang ramai ditonton

19. hampir 80% tayangan stasiun televisi swasta di Indonesia adalah sinetron-sinetron yang tidak mendidik

20. hampir semua orang menyukai masakan Padang

21. hampir tidak ada orang yang mengatakan “naik bus Transjakarta”, tapi orang-orang akan mengatakan, “naik Busway”

22. hukum di Indonesia sangat payah

23. iklan-iklan SMS registrasi sangat mewabah di Indonesia

24. Jakarta itu keras

25. Jakarta selalu banjir

26. Jakarta selalu macet

27. jalan-jalan berlubang di Jakarta dan sekitarnya rata-rata baru diperbaiki ketika akan ada pemilihan lurah, camat, walikota, atau gubernur

28. kata-kata yang sangat mudah diucapkan oleh orang Indonesia adalah kata “maaf” (tapi kemudian diulangi lagi)

29. kebiasaan orang Jakarta salah satunya adalah pergi mudik ketika mendekati Lebaran dan kemudian membawa sanak saudara lainnya dari kampung untuk ikut tinggal di Jakarta

30. kebutuhan paranormal di Indonesia tidak akan pernah habis

31. kebutuhan sex remaja semakin meningkat

32. kehidupan malam di Jakarta sangat “wow”

33. kejujuran adalah hal yang kurang populer di negeri ini

34. ketika perut kosong, orang-orang bisa menjadi anarkis, tapi akan menjadi kalem bila perut sudah terisi

35. korupsi adalah hal yang lazim di Indonesia

36. korupsi tidak selalu identik dengan uang

37. koruptor punya link yang sangat bagus sehingga tidak perlu khawatir akan tindakannya

38. KRL Ekonomi di Jakarta selalu penuh sesak di pagi hari

39. KRL terlambat bukan suatu masalah baru

40. liburan ke Bali berarti orang kaya

41. mayoritas mahasiswa hobi berdemo

42. maling ayam biasanya dihabisi dan dipukuli oleh masyarakat (paling parah dibakar)

43. masalah penipuan, pembajakan, dan pemalsuan, Indonesia ahlinya!

44. masalah-masalah di Indonesia tidak pernah selesai karena di Indonesia berlaku tiga macam sudut pandang, yaitu dari sisi teologi (agama), metafisik (supranatural), dan ilmiah, sedangkan negara-negara maju tidak lagi memandang suatu masalah dari sudut pandang metafisik dan teologi, hanya dari masalah ilmiah saja. Ketiga sudut pandang ini tidak akan pernah bisa menyatu, itulah salah satu alasan mengapa Indonesia tidak maju-maju

45. maskapai penerbangan Indonesia sangat berani terbang bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun

46. masyarakat muslim di Indonesia tidak pernah merayakan sholat Idul Fitri secara serempak karena masing-masing merasa paling pintar dan paling benar

47. mayoritas supir-supir angkutan umum di Jakarta adalah oran Batak dan orang Minang

48. menambahkan gelar “haji” setalah pergi ke Tanah Suci adalah suatu keharusan

49. mengemis adalah salah satu pekerjaan para perantau yang kurang berhasil di Jakarta

50. mengerjai junior ketika ospek merupakan suatu kesenangan dan kepuasan tersendiri bagi para senior

51. mengucapkan janji sangatlah mudah, tapi melaksanakannya?

52. menjadi rombongan kampanye suatu partai adalah salah satu hobi masyarakat Indonesia

53. merokok di tempat umum (bahkan dalam angkatan umum) adalah biasa dan terkesan tidak mengganggu sekitar

54. metode menyontek di kalangan pelajar semakin lama semakin berkembang dan canggih

55. musuh nomor satu angkutan umum adalah pengendara motor

56. musuh para pengendara mobil adalah segala angkatan umum ditambah pengendara motor

57. ngekost berarti bebas dari kekangan orang tua

58. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa lebih pintar dari orang lain

59. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa lebih religius dari orang lain

60. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa lebih tahu segalanya

61. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu merasa yang paling benar

62. orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu protes

63. orang Indonesia adalah orang-orang yang tidak bisa menerima kekalahan dengan lapang dada

64. orang Indonesia adalah orang-orang yang tidak takut mati

65. orang Indonesia adalah orang-orang yang unik yang masih ada di dunia ini

66. orang Indonesia gemar mencaci maki dengan kata-kata kotor, seperti: A****g! B**i! M****t! T*i! Dan kata-kata kotor lainnya yang berhubungan dengan alat vital manusia

67. orang Indonesia gemar menggunakan istilah asing dalam berbagai percakapan

68. orang Indonesia kadang lebih Inggris daripada orang Inggris sendiri

69. orang Indonesia sangat menyukai junk food

70.orang Indonesia bahkan lebih Arab daripada orang Arab itu sendiri

71. orang Indonesia selalu mengeluh, tapi tidak pernah mau bertindak

72. orang Indonesia selalu membuat hal sederhana menjadi hal yang rumit

73. orang Indonesia tidak pernah mau belajar dari kesalahan dan terus mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut

74. orang Indonesia tidak pernah mau mengerti dan menghargai orang lain

75. orang-orang cinta Jakarta sekalipun hidupnya tidak tenang di kota ini

76. orang-orang dulu mendukung SBY, tapi ketika jadi presiden, tidak sedikit orang yang menghinanya bahkan minta turun dari jabatannya, tapi yakinlah, ketika pemilu nanti orang-orang akan kembali memilih SBY

77. orang-orang Indonesia senang membuang kata-kata “jangan”, seperti JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN, menjadi buang sampah sembarangan, lalu, JANGAN MENYELAK, menjadi menyelak, JANGAN MENYONTEK, menjadi menyontek, dan sebagainya

78. orang-orang yang duduk di DPR tidak pernah merasa cukup dengan gaji yang diterimanya

79. orang-orang yang duduk di lembaga legislatif negara sangat gemar melakukan kegiatan studi banding di negara-negara lain

80. orang-orang yang sportif adalah kaum minoritas

81. pengendara motor selalu ada di barisan terdepan di lampu merah

82. pengendara motor selalu kabur ketika melakukan kesalahan

83. pengendara motor selalu lebih galak walaupun sebenarnya dia yang salah

84. pengendara motor selalu tergesa-gesa seperti dikejar setan

85. pengendara motor tidak pernah mau disalahkan

86. pengendara motor tidak pernah mau mengalah

87. pengendara motor tidak pernah taat aturan

88. PNS adalah salah satu pekerjaan yang diminati masyarakat Indonesia

89. prinsip “mangan ora mangan yang penting ngumpul” sangat berlaku di Jakarta

90. rasa kesukuan di Indonesia sangat kuat daripada rasa nasionalisme terhadap Indonesia sendiri

91. rata-rata orang Indonesia pelit (bukan hemat)

92. rata-rata orang Indonesia selalu meninggikan anak-anak IPA dan menganggap remeh anak-anak IPS (padahal mayoritas anak IPA ketika kuliah nantinya memilih IPS)

93. rata-rata wanita Indonesia sangat senang bila mempunyai pacar orang asing (bule)

94. reformasi sangat dijunjung tinggi di negeri ini

95. remaja wanita sangat menyukai film horor

96. salah satu pemikiran remaja-remaja Indonesia adalah, free sex? Why not? Yang penting save sex

97. salah satu prinsip orang yang punya kekuasaan atau memiliki peran yang penting dalam sautu hal adalah, “Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah? Kalau bisa diperlambat, kenapa harus dipercepat?

98. semua restoran, rumah makan, dan warung makan pasti akan selalu ramai di saat waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan

99. seni dari naik KRL Ekonomi adalah ketika orang tersebut bisa duduk di atas atap gerbong kereta dengan nyaman

100. sepeda motor adalah kendaraan favorit masyarakat Jakarta

101. setelah ada kegiatan pemilihan kepala daerah, kegiatan selanjutnya adalah kerusuhan

102. setiap tahun Jakarta semakin padat

103. sistem birokrasi di Indonesia sangat sulit

104. sudah SMA berarti: baju seragam boleh keluar (tidak dimasukkan), rambut gondrong (bagi para lelaki), seragam ketat (bagi wanita)

105. tempat liburan orang Jakarta adalah: Mall, kota Bandung, Puncak, dan Bali

106. tidak ada kali yang bersih di Jakarta

107. tidak ada pulsa sangat membuat hati resah dan gelisah

108. tidak perlu pintar untuk jadi terkenal, yang penting tampang Anda sangat menarik

109. tidak tepat waktu adalah budaya yang semakin dilestarikan di negeri ini

110. uang berbicara (money talks)

111. uang melancarkan urusan Anda dalam berbagai kesulitan

Fauzan Prince

Posted by Fauzan at 05:40:00 | Permalink | Comments (6)

I am Me

I am not an actor; however I would love to reveal my true feelings to the lovely person beside me.

I am not a shopping addict; however I find it irresistible to satisfy my desires

I am not a sport fan; however I will not miss out to appreciate fabulous moments.

I am not a photographer; however I like capturing real moments in our lives.

I am not a kid; however I can’t resist the excitement with the people I am with.

I am not a dancer; however I don’t hold myself back when expressing my happiness.

I am not a singer; however I love to let my hair down and groove to the music.

I am not a Superman; however I smile at my own accomplishments.

I am not a chef; however I like to relish the delicacy with her.

I am not a superstar; however I enjoy my radiance reflected by her body.

I am not a model; however I derive inspiration from my movements.

I am not an acrobat; however I love to challenge the ultimate instead of shouting out loud.

I am me.

Fauzan Prince

Posted by Fauzan at 05:12:32 | Permalink | No Comments »

Saturday, October 18, 2008

Totalitas Cinta

Berikut ini adalah sebuah artikel yang saya ambil dari suatu alamat website beberapa tahun lalu. Karena memang dulu niatnya sama sekali tidak terpikirkan untuk dipublikasikan dalam blog (hanya untuk dikonsumsi pribadi), saya tidak mencatat alamat website tersebut. Namun, saya rasa ini adalah suatu cerita yang sangat menarik untuk dibaca. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk berbagi cerita ini pada Anda semua. Selamat membaca!

Belajar Mencinta


Leo F. Buscaglia, seorang professor pendidikan di University of Southern California, Amerika Serikat, dalam sebuah ceramah dia mengatakan bahwa manusia tidak jatuh ‘ke dalam’ cinta, dan tidak juga keluar ‘dari cinta’, tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta. Cinta, di banyak waktu dan peristiwa, orang selalu berbeda mengartikannya. Tak ada yang salah, tapi tak ada juga yang benar sempurna penafsirannya. Karena cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong. Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah. Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta. Bahwa cinta, akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pada kita betapa besar kekuatan yang dihasilkannya. Cinta membuat dunia yang penat dan bising ini terasa indah, paling tidak bisa kita nikmati dengan cinta. Cinta mengajarkan pada kita bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan.

Bandung Bondowoso tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang. Sangkuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang ternyata ibunya sendiri. Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. Bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta.

Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan. Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang. Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik. Dan Islam tidak saja mengagungkan cinta tapi memberikan contoh konkret dalam kehidupan. Lewat kehidupan manusia mulia, Rasulullah tercinta. Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al-Quran. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini,” lirih Rasulullah mengaduh.

Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.

“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.

“Siapakah yang tega melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sesaat kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinga ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii…” Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?

Fauzan Prince

Posted by Fauzan at 12:53:23 | Permalink | No Comments »

Tuesday, October 14, 2008

IPS ≠ ABAL!

Artikel ini pertama kali gw tulis pada tanggal 29 April 2007 yang lalu untuk dimasukkan ke Kompas MUDA (memang sengaja ditulis dengan bahasa yang ngga baku). Sebenarnya untuk sekedar nambah-nambah pengalaman aja, itung-itung juga jadi tau gimana sih dunia jurnalistik itu (experience is the best teacher, right?) :)

Gw dan delapan orang teman gw lainnya (yg juga teman sekelas gw), kami adalah Tim Kompas MUDA dari SMA Negeri 81. Misi kita membawa nama kelas (XI IPS 2 – Polar Bear), nama sekolah, dan yang pasti, atas nama seluruh IPS! Kenapa gw dan teman-teman gw mengangkat tema tentang IPS? Well, alasan pertama karena kami adalah anak IPS, dan kami sangat bangga jadi anak IPS. Kedua, karena kita tau (dan kita rasa kalian semua tau) bahwa pandangan orang selama ini tentang anak IPS itu salah. Kami mau mengubah paradigma orang-orang tentang anak IPS selama ini. Sekarang, gw kembali masukin artikel ini ke dalam blog gw dengan harapan, orang-orang yang baca artikel ini (yang masih menganggap IPS itu abal) bisa mengubah pandangannya tersebut. So, check this out!

FEEL THE SOS POWER
IPS ≠ ABAL!

“Pokoknya kamu harus masuk IPA! Titik. Ibunya dokter, bapaknya insinyur, masa anaknya jurusan IPS? Mau jadi apa kamu di IPS?” Guys, sebenarnya kalau sekedar masuk “kelas IPA” sih nggak ada yang ngelarang, tapi kalau jadi siswa IPA, apa kamu yakin itu yang terbaik?

Jujur saja sebenarnya kita sendiri juga nggak tau sejak kapan IPS itu dapat predikat “jelek” atau terkesan memalukan dan buangan. Kayaknya orang-orang udah punya paradigma bahwa IPA itu yang terbaik dan IPS itu sangat “abal”. IPA itu jauh lebih bergengsi sedangkan IPS, jangankan bergengsi, ngetop aja nggak. Padahal itu semua salah! Please banget, bagi yang masih punya pemikiran kayak gitu, maka sejak membaca artikel ini kalian harus mengubah paradigma itu. Satu hal yang perlu kalian ketahui adalah bahwa IPS itu tidak sama dengan abal, jelek, buangan, memalukan, akhir dari segalanya, atau apapun yang mungkin pernah kalian dengar tentang IPS.

Kita ngomong kayak gitu bukan cuma semata-mata karena yang nulis artikel ini adalah anak IPS semua, tapi karena memang pada kenyataannya IPA dan IPS itu sederajat. Faktanya, hampir 80% lapangan pekerjaan yang ada merupakan bidang IPS. Misalnya seperti jurnalistik, psikologi, ahli-ahli ekonomi, politik, hukum, para akuntan, dan masih banyak lagi dan yang pasti nggak kalah hebat dan bergengsi dengan mata pekerjaan bidang IPA. Selain itu ketahuilah bahwa dunia tidak hanya membutuhkan orang-orang IPA tapi juga orang-orang yang ahli dalam bidang IPS.

Mungkin ada yang mikir, emangnya apa sih keunggulan anak IPS? Pasti kamu belum tau kalau anak-anak IPS itu lebih aktif, kreatif dan inovatif. Nggak percaya? Coba kamu amati di sekolah kamu, dalam susunan kepanitiaan suatu acara, pasti lebih banyak anak IPS daripada anak IPA yang tergabung dalam kepanitiaan tersebut. Terus biasanya acara-acara yang unik atau kreatif berasal dari ide-ide anak IPS. Tapi bukan berarti anak IPA nggak aktif, kreatif dan inovatif, tapi biasanya karena pelajaran IPA cenderung lebih berat dan membutuhkan kerja keras, jadi anak-anak IPA lebih fokus ke pelajaran mereka.

Terus apalagi keunggulannya? Ok, sebagai anak IPS kita akui bahwa anak-anak IPA, dalam bidang-bidang yang membutuhkan keterampilan berpikir cepat dalam berhitung, emang top banget, dan anak IPS emang jarang yang bisa punya kemampuan itu kecuali sering latihan. Tapi anak IPS unggul dalam bidang-bidang sosial. Coba kalian amati lagi, hampir semua anak IPS mudah bergaul. Itu artinya mudah bersosialisasi. Nah, anak IPS bener-bener unggul dalam bidang itu. Terus apa bagusnya? Loh, manusia kan makhluk sosial. Manusia nggak bisa hidup sendiri. Kemampuan anak IPS untuk dapat bergaul dengan siapa aja, membuat anak IPS punya banyak teman, berwawasan luas, pinter ngomong, peduli, cepat tanggap, dan cenderung lebih terbuka dengan lingkungan sekitarnya.

Tapi tentunya tiap jurusan pasti punya kelemahan. Kelemahannya IPS, ya yang pasti dari jurusan IPS nggak mungkin bisa ngambil jurusan IPA di universitas nanti, kecuali kalau kamu ngambil IPC. Tapi tetap aja nggak akan semudah anak IPA yang bisa dengan leluasa pindah ke jurusan IPS. Kalau dilihat dari anak-anak IPS, anak IPS emang terlalu nganggep santai dan enteng sama pelajaran-pelajarannya. Beda banget sama anak-anak IPA yang terlihat serius banget sama pelajaran-pelajarannya. Nah, coba kalian amati lagi, sekali-sekali intip kelas IPA pas pelajaran matematika, fisika, kimia, atau biologi, pasti nggak ada yang cengar-cengir atau cengangas-cengenges pas guru nerangin, kalaupun ada pasti dikit banget. Coba kamu intip kelas IPS pas pelajaran, ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, akuntansi, atau mata pelajaran lainnya, bisa dipastikan bahwa hampir seisi kelas yang ikut nyimak perkataan guru cuma sebagian kecil, yang lain pasti lagi ngobrol satu sama lain. Kenapa bisa gitu? Soalnya pelajaran IPA itu emang lebih banyak membutuhkan konsentrasi, karena 100% menggunakan kemampuan otak untuk bisa mengingat rumus, menganalisa kemudian memecahkan dan menyelesaikan masalah. Pelajaran IPS pada dasarnya adalah hapalan dan analisa, dan kebanyakan bisa diselesaikan dengan logika selama akal pikiran kita masih berfungsi dengan normal. Tapi sebenarnya, kalau guru yang ngejar tegas atau agak-agak gimana gitu (tau kan maksudnya), pasti anak-anak IPS bakal diem deh.

Terus gimana caranya supaya jadi anak IPS yang top? Semuanya kembali pada diri kalian masing-masing. Kalian harus jadi anak IPS yang pinter, ya dengan cara belajar giat. Ambil sifat-sifat positif anak-anak IPA yang jarang dimiliki IPS. Tunjukkan bahwa kamu adalah IPS yang berprestasi bukan IPS yang abal!

Overall, intinya kalau kamu masuk IPS bukan berarti itu jelek, kamu bodoh, atau bahkan terbuang. Nggak sama sekali. Mulai hari ini hapus paradigma kayak gitu! Tetep aja biarpun masuk IPS juga bukan berarti selalu santai dan “everyday is holiday”, karena pelajaran IPS juga nggak boleh dianggap enteng. Kamu harus buktiin kalau kamu adalah anak IPS yang top! Satu hal lagi, yang menentukan masa depan kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. So, kita harus tanggung jawab dengan pilihan kita dan nggak boleh nyesel! Be the best!

Fauzan Al-Rasyid
Tim Kompas MUDA SMA Negeri 81 Jakarta

Kompas,
Jumat, 4 Mei 2007

Fauzan Prince

Posted by Fauzan at 10:49:01 | Permalink | Comments (3)

Indonesia Oh Indonesia

Artikel berikut ini adalah sebuah hasil pengeditan dari salah satu artikel yang pernah saya publikasikan di blog terdahulu saya (Le Prince) yang berjudul “Seratus Tahun Kebangkitan Nasional”, yang kemudian artikel tersebut saya ubah sedikit (edit) sehingga menjadi sebuah essay yang merupakan tugas yang harus saya kerjakan untuk OKK (orientasi Kehidupan Kampus) UI 2008. Essay  yang berjudul “Indonesia Oh Indonesia” ini ternyata (dan tanpa saya duga) masuk ke dalam 50 karya terbaik OKK UI 2008. Wah, sungguh suatu prestasi yang sangat luar biasa membanggakan bagi saya. Jadi, dari 50 karya tulis terbaik tersebut, terdiri dari tiga macam karya, yaitu cerpen, puisi, dan essay. Dari karya-karya essay tersebut, terpilihlah 16 karya terbaik, dan salah satunya adalah essay yang berjudul “Indonesia Oh Indonesia” ini. Alhamdulillah. Mengapa saya masukkan essay ini ke dalam blog? Saya sama sekali tidak bermaksud untuk pamer atau unjuk gigi, tapi hanya karena saya ingin berbagi ide dan pemikiran-pemikiran saya kepada publik, khususnya mengenai Indonesia ini. Saya hanya ingin berbagi cerita dan pendapat saya mengenai Indonesia, negeri tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Hanya itu. Selamat membaca.

Indonesia Oh Indonesia


Bertepatan pada hari Selasa tanggal 20 Mei 2008, bangsa Indonesia merayakan seratus tahun kebangkitan nasional. Ini merupakan suatu momen yang sangat bersejarah. Makna dari perayaan ini pun sangat besar. Seratus tahun sudah perjuangan pergerakan bangsa Indonesia dari penjajahan kolonial dan keterbelakangan. Seratus tahun sudah bangsa yang besar ini berusaha dan terus berusaha untuk menjadi bangsa Indonesia yang kokoh dan satu.

Namun, pada kenyataannya kita pun tidak dapat memungkiri bahwa tidak semua warga Indonesia benar-benar mengerti dan paham tentang makna kebangkitan bangsa, jangankan paham, bahkan tidak semua orang tahu apa itu kebangkitan nasional, bagaimana sejarahnya, bagaimana kita sebagai orang Indonesia menyikapi kebangkitan nasional. Orang Indonesia hanya semangat ketika meneriakkan kata-kata, “MERDEKA!”, atau “INDONESIA! INDONESIA! INDONESIA!”, hanya sebatas itu. Orang Indonesia tidak punya semangat perubahan. Perubahan menuju suatu keadaan yang lebih baik, semakin baik, hingga akhirnya terbaik. Ketika kita melihat ke belakang, sepuluh tahun silam, ketika Indonesia (mayoritas mahasiswa) meneriakkan dan mengobarkan semangat reformasi, berusaha untuk menuju suatu perubahan besar dengan harapan Indonesia menjadi negara yang lebih baik, tapi faktanya, Indonesia semakin terpuruk. Terpuruk dalam segala hal, terutama MORAL.

Sejak dulu saya sering mendengar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bermartabat dan bermoral. Orangnya sopan dan ramah. Sekarang pun saya jadi berpikir, oh itu mungkin cerita dulu, cerita pada era sebelum tahun 90-an. Karena menurut saya kata-kata itu kurang tepat bila diucapkan untuk mendeskripsikan secara singkat tentang Indonesia pada saat ini. Kenapa? Ya, saya rasa kita semua tahu dan sadar bahwa semakin lama moral bangsa Indonesia semakin hancur. Moral ketimuran yang dulu selalu diagungkan kini sudah hampir punah. Semangat nasionalisme yang dibawa oleh Bung Karno dan para pejuang lainnya, tampaknya kini mulai hilang, atau mungkinkah telah hilang? Oh Indonesia, tampaknya kini semangat nasionalisme itu memang sudah hilang. Mungkin masih ada, tapi hanya segelintir manusia dan itu tidak berarti banyak. Sering saya perhatikan dalam setiap pertandingan-pertandingan olahraga, seperti sepak bola dan bulutangkis, rakyat Indonesia bersatu untuk memberikan semangat kepada mereka yang sedang bertanding mewakili Indonesia. Ini bagus sekali. Saya pun sangat merasakan atmosfir kegembiraan dan penuh semangat untuk turut serta mendukung mereka yang bertanding. Namun, apakah rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia hanya sebatas di dalam sebuah stadion sepak bola? Apakah rasa nasionalisme atau cinta pada tanah air bangsa Indonesia hanya sebesar meneriakkan kata-kata, “INDONESIA!”. Ya, memang pada dasarnya tidak ada yang salah dengan sikap seperti itu, tapi apakah hanya sebatas itu?

Saat ini saya melihat, orang Indonesia adalah orang-orang yang selalu dan selalu mengeluh, orang-orang yang selalu protes, orang-orang yang egois, orang-orang yang bertempramen buruk, orang-orang yang selalu membela diri, orang-orang yang selalu melimpahkan kesalahannya pada orang lain, orang-orang yang mengagung-agungkan bangsa barat di atas segalanya, orang-orang yang mengaku lebih religius dari yang lainnya, orang-orang yang tidak menghargai waktu, orang-orang yang senang merusak, dan dengan berbagai keterbelakangan lainnya. Ya, saya pun adalah seorang warga negara Indonesia. Saya dilahirkan di negara ini. Hampir delapan belas tahun saya hidup menghirup udara di negeri ini dan inilah kenyataannya. Oh Indonesia, tidakkah seharusnya kita malu? Ya, apa boleh buat, tampaknya Indonesia sudah tidak punya rasa malu. Seandainya masih ada rasa malu, mungkin Indonesia tidak akan seperti ini. Tidak akan ada orang-orang yang dengan bebas memakan harta orang lain, tidak akan ada orang-orang yang selalu demonstrasi, tidak akan ada yang egois yang motonya, “Siapa lu, siapa gw!”

Lalu bagaimana bisa kita menyikapi arti dari seratus tahun kebangkitan nasional ini kalau ternyata bangsa ini sebenarnya semakin terpuruk bukan semakin bangkit? Indonesia terlalu sibuk mengurusi kepentingan pribadi masing-masing sehingga lupa dengan segala hal, bahkan sampai-sampai kita kehilangan beberapa pulau kita yang kini jatuh ke tangan negara lain. Ironis sekali bukan? Saya rasa Indonesia harus bercermin. Ya, kita semua harus bercermin. Sudahkah kita berkontribusi untuk bangsa ini? Tempat kita dilahirkan…

IndonesiaTanah Air beta. Pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala, tetap dipuja-puja bangsa. Di sana tempat lahir beta. Dibuai, dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua. Tempat akhir menutup mata.

Tentunya tidak semua masyarakat Indonesia tahu judul lagu di atas. Itulah lagu berjudul “Indonesia Pusaka”, ciptaan Ismail Marzuki. Akankah Indonesia tetap dipuja-puja bangsa? Entahlah. Makna lagu ini sangat dalam, tapi sayangnya tidak semua orang peduli dengan lagu-lagu nasional Indonesia. Ya, generasi muda Indonesia dari umur balita sampai remaja, juga orang-orang dewasa tentunya lebih mengenal lagu-lagu masa kini seperti “Kucing Garong”, “Si Jablay”, “Makhluk Tuhan yang Paling Seksi”, dan tentunya berbagai lagu-lagu barat dari segala aliran. Padahal lagu-lagu nasional kita, lirik lagunya tidak panjang, tapi tidak banyak orang yang hafal. Sayangya, tidak sedikit anak muda yang hafal lirik-lirik lagu barat aliran Rap, R n’ B, Hip Hop, yang jelas-jelas jauh lebih panjang dan rumit, juga pengucapannya sangat cepat. Sekarang mari kita tes kemampuan bernyanyi orang Indonesia. Salah satu lagu yang mudah adalah lagu “Bagimu Negeri”. Berapa banyak orang yang bisa menyanyikan lagu tersebut dengan benar? Mana yang lebih dulu antara, “kami mengabdi”, “kami berjanji”, dan “kami berbakti”? Apakah Anda termasuk orang yang hafal lagu ini? Bagaimana dengan lagu kebangsaan negara ini, lagu Indonesia Raya, berapa banyak orang yang hafal lagu ini? Apakah semua orang Indonesia bisa menyanyikan lagu ini dengan baik?

Papa saya pernah berkata, “Papa bangga menjadi orang Minang, tapi papa tidak bangga dengan sifat orang Minang.” Ya, karena papa orang Minang, mama orang Medan, maka saya adalah orang Indonesia, dan seperti papa juga, saya bangga menjadi orang Indonesia, tapi saya tidak bangga dengan sifat orang Indonesia. Kenapa saya harus tidak bangga menjadi orang Indonesia? Indonesia adalah bangsa yang besar, negara yang luar biasa, memiliki keanekaragaman budaya dan suku bangsa. Saya hanya tidak bangga dengan sikap dan moral bangsa ini. Sudah seharusnya, kita sebagai generasi muda harus lebih berpikiran luas, tidak hanya mengedepankan rasa etnosentrisme dan keegoisan, tidak lagi mendahulukan kepentingan-kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama, tidak lagi menggunakan emosi sebagai akal pikiran, tapi menggunakan hati. Saya yakin untuk mengubah Indonesia tidak lah mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Indonesia berubah mulai dari individu masing-masing. Dimulai dari kesadaran masing-masing dan rasa malu. Ya, kita semua seharusnya malu. Kita semua seharusnya belajar untuk malu.

Deddy Mizwar berkata, “Bangkit itu aku, untuk Indonesiaku.” Ya, itu benar. Sekali lagi, Indonesia bangkit dimulai dari diri kita sendiri. Dimulai dari sekarang juga, saat ini. Saya pun akan berjuang di dunia ini. Saya akan bangkit. Bangkit dari segala keterbelakangan. Saya bangkit menjadi orang Indonesia yang sebenarnya, orang Indonesia yang bermoral, berpendidikan, berwawasan, berprestasi, orang Indonesia yang punya rasa malu dan takut, bukan orang Indonesia yang sekedar orang Indonesia atau yang berbulu domba. Karena saya cinta negeri ini. Dan saya akan bangkit, terus bangkit. Karena saya bangkit untuk Indonesiaku tericinta.

Fauzan Prince

Posted by Fauzan at 10:34:51 | Permalink | No Comments »

Ikrar Bangkit Indonesia

Ikrar Bangkit Indonesia*

“Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu yang diperlukan atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan dan terwujudnya cita-cita mereka, jika memang itu harga yang harus dibayar.”

“Tiada sesuatu yang membuat kami seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Betapa berat rasa di hati ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik bangsa ini, sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.”

“Kami berjanji dengan sepenuh hati akan berjuang sekuat-kuatnya, sehormat-hormatnya sebagai mahasiswa Universitas Indonesia, Bangsa Indonesia, makhluk Allah Yang Mahakuasa, untuk membantu kondisi tanah air ini, bangsa ini menjadi lebih baik.”

Bangkit Indonesia!!!

Itulah Ikrar Bangkit Indonesia yang saya dapat ketika mengikuti OKK UI 2008. Bagaimana pendapat Anda?

*) dari Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Universitas Indonesia 2008

Fauzan Prince

Posted by Fauzan at 10:06:10 | Permalink | No Comments »

Bienvenu !

Salut ! Je vous souhaite la bienvenue à « The Prince » ! Je m’appele Fauzan Al-Rasyid et je suis le propriétaire de ce blog. Alors, vous pouvez m’appeler Fauzan, d’accord ? Bon ! D’abord je veux vous dire merci beaucoup pour visitant mon blog. C’est mon nouveau blog. Mon blog préalable est à Friendster, mais je n’écrirai pas rien à ce blog. Bien, j’ai des raisons mais ce dont il s’agit c’est  je veux commencer le nouveau blog avec le nouvel esprit et la nouvelle idée. Et non, je ne rayerai pas tous les articles que j’ai posté au blog de Friendster. Vous pouvez encore voir les articles normalement, et si vous voulez, vous pouvez aussi lire les articles avec les commentaires que les gens m’ont donné.

Alors, qu’est-ce que la différence entre mon blog préalable et mon nouveau blog ? Bien, basiquement à ce nouveau blog, j’écrirai encore des articles sur mes activités quotidienne, à propos des experiences j’ai obtenu, mais la différence est à « The Prince » je n’écrirai pas seulement tous à propos de moi et moi, mais aussi quelque chose plus éduquer, quelque chose que pouvoir apporter les informations aux gens, quelque chose que peut-être les gens ne savent pas et par bonheur je sais, donc, l’essentiel est que je donnerai beaucoup des articles magnifiques.

Bon, justement, je suis en train d’apprendre encore le français et je crois il y a beaucoup d’erreur à cet écriture. Donc, j’ai vraiment besoin des critiques et suggestions de vous, particulièrement sur mon français. Alors, c’est tous de moi. N’oubliez pas de voir « The Prince » et donnez vos commentaires ! Merci et au revoir !

Fauzan Prince

Posted by Fauzan at 09:38:51 | Permalink | No Comments »