Friday, February 13, 2009

Langkah-langkah Penulisan

Berikut ini adalah enam langkah dalam penulisan:
1. Menentukan topik yang akan ditulis.
2. Menentukan sudut pandang/angle tulisan.
3. Mengumpulkan bahan sebanyak-banyaknya.
4. Menyusun kerangka tulisan (outline).
5. Mengembangkan kerangka tulisan (outline).
6. Mulailah menulis naskah.

Ada dua kriteria pokok yang biasa digunakan dalam pemilihan bahasa dalam menulis. Kriteria tersebut antara lain:
1. Hemat (singkat dan padat)
2. Jelas (mudah dipahami)

Berkaitan dengan masalah “hemat”, seorang penulis berkebangsaan Amerika Serikat, Mark Twain, yang juga merupakan seorang penulis karya terkenal The Adventures of Tom Sawyer berkata,

So I never write ‘metropolis’ for 7 cents, because I can get the same money for ‘city.’ I never write ‘policeman,’ because I can get the same price for ‘cop’.

Artinya adalah bahwa dalam menulis kita bisa mengganti kata-kata yang terlalu panjang dengan kata-kata yang lebih singkat/hemat, tetapi tidak mengurangi inti/maksud dari tulisan tersebut. Seperti Mark Twain yang lebih memilih menulis kata city daripada metropolis karena dengan arti yang sama, namun memiliki nilai hemat yang berbeda. Dalam tulisan-tulisan berbahasa Indonesia, kita bisa menerapkan hal ini seperti pada kata “dahulu” dan kita ganti dengan kata “dulu”, kata “bijaksana” bisa diganti dengan kata “bijak” atau “arif”, lalu kata “semakin” bisa diganti dengan kata “kian”, dsb., namun tetap tidak mengubah makna dari kata tersebut.

Kemudian, selain dua kriteria pokok di atas, ada juga beberapa kriteria lain, seperti:
1. Gunakan kalimat aktif
2. Gunakan kalimat positif
3. Gunakan istilah yang lazim dan hidup di masyarakat
4. Jangan menakut-nakuti pembaca

Agar suatu tulisan mudah dipahami oleh pembaca, terdapat suatu istilah, yaitu “KISS” (Keep It Simple and Short). Ada juga yang menerapkan rumusan ABC-SS yang merupakan singkatan dari Accuracy (sebuah tulisan harus akurat), Brevity (ringkas, singkat, tetapi padat), Clarity (jelas dan tidak membingungkan), Simplicity (sederhana, baik dalam pemilihan kosakata maupun susunan kata), dan Sincerity (penulisan harus juga dapat dipercaya).

Selain KISS dan ABC-SS, ada juga yang menerapkan rumusan OCBPV, yaitu Objectivity (sebuah tulisan harus lugas berdasarkan fakta, tidak boleh subjektif), Clarity, Brevity, Precision (ketepatan, akurat), Vitality (tulisan tersebut bertenaga, berdaya hidup, dan menyampaikan pesan yang bermakna).

Posted by Fauzan at 06:41:03
Comments

Leave a Reply