Strategi Menghadapi SIMAK-UI (Part II: 1 Maret 2009)
1. Baik peserta IPA, IPS, maupun IPC, hukumnya WAJIB bangun pagi. Walaupun peserta IPS baru mulai ujian jam 10.30 (Ujian Kemampuan Dasar), tapi karena ini adalah hari penentuan, ngga ada istilah males atau ngantuk. Demi masa depan kalian, kalian harus semangat! Makanya pas di malam hari harus pasang alarm.
2. Baik peserta IPA, IPS, maupun IPC, hukumnya WAJIB sarapan pagi, kalo masalah mandi ya… terserah pribadi masing-masing, walaupun sebenarnya sih ya mandi lah, masa sih sampe males mandi? Tapi kalo sarapan itu harus. Kalian ngga mau kan pas lagi ngerjain soal tiba-tiba perutnya “berdendang” sampe ganggu konsentrasi. Bahkan yang parah bisa sampe pusing dan akhirnya tamat riwayatnya di ujian ini. Jadi, sekalipun bagi kalian yang ngga terbiasa sarapan pagi atau orangtuanya ngga biasa menyediakan sarapan pagi, khusus tanggal 1 Maret 2009 HARUS sarapan sebelum berangkat.
3. Prinsip lebih cepat lebih baik. Maksudnya datang ke tempat ujian kalau bisa udah sampai paling ngga satu jam sebelum ujian berlangsung. Untuk anak IPS juga jangan datang terlalu siang, karena itu sangat berbahaya.
4. Pastikan kalian sudah tau di mana tempat ujian kalian, minta orangtua kalian untuk mengantar kalian ke tempat ujian. Kalau kalian datang dengan kendaraan bermotor, khususnya mobil, sebaiknya datanglah lebih pagi untuk menghindari kemacetan. Ya, kita semua tau bahwa Jakarta selalu macet. Apalagi pada hari itu ada ujian yang sangat penting. Kalian bisa bayangkan berapa banyak orang bermobil di Jakarta yang akan menuju ke berbagai tempat ujian SIMAK-UI. Hal itu pun harus kalian perhitungkan. Dan bagi yang naik kendaraan umum, juga harus datang pagi, karena biasanya hobi supir-supir angkot/metromini di pagi hari adalah ngetem sampe bego (bikin emosi penumpang), sangat membuang waktu. Jadi, kalo kalian berangkat pagi dari rumah, kalian ngga akan merasa khawatir karena kalian tidak akan terlambat.
5. Setelah sampai di tempat ujian, langkah berikutnya adalah segera mecari dan mengecek papan informasi mengenai ruang ujian, biasanya hanya tertulis kode nomor peserta sekian sampai dengan sekian. Baca dengan teliti dan pastikan sekali lagi ruang ujian kalian. Setelah itu, tidak ada salahnya untuk mengecek ruang ujiannya, di lantai berapa dan sebelah mana, sehingga ketika bel berbunyi sebagai tanda masuk ruangan, kalian sudah tidak perlu lagi mencari-cari ruangan tempat kalian ujian.
6. Carilah tempat yang nyaman, atau jika kalian bertemu dengan teman-teman kalian, bergabunglah bersama mereka. Buka kembali “Buku Sakti” kalian, bacalah untuk sedikit mengulang dan mengingat-ingat, selain itu kalian bisa melakukan tanya-jawab satu sama lain. Hal ini terbukti sangat bermafaat. Bahkan kalau kalian ada yang mau menjelaskan sedikit materi yang kira-kira sangat penting kepada teman-teman kalian, itu sangat bagus, karena itu bisa menjadi “pemanasan” sebelum pertempuran dimulai.
7. Tersenyumlah. Tetap optimis. Optimis, bukan sombong. Optimis berarti yakin pada kemampuan diri sendiri. Jangan tegang. Tetap tenang. Faktanya, kalian telah beberapa kali TryOut, yang artinya menghadapi soal-soal seperti ini bukanlah suatu hal yang baru buat kalian. Kalianlah yang menciptakan suasana pada saat itu. Suasana tegang karena kalian berpikir begitu. Suasana bisa tenang dan tanpa tekanan bila kalian menciptakannya begitu.
8. Di menit-menit terakhir menuju ujian, temui orangtua kalian (bagi yang orangtuanya ikut mengantar), mintalah doa dan restu dari mereka. Berkat doa orangtua segala hal bisa terjadi, dan kalian harus yakin. Bagi yang orangtuanya tidak ikut, telepon lah mereka dan lakukan hal yang sama, kalo emang bener-bener lagi kere, ya udah, di-SMS aja, yang penting kita minta doa dari orangtua.
9. Berdoa dari diri sendiri.
10. Katakan dalam diri kalian, dan yakinkan, “UI! AKU DATANG!”
Strategi selama ujian:
1. Begitu memasuki ruang ujian, segera keluarkan segala macam perlengkapan yang telah disiapkan tadi malam, mulai dari alat tulis sampai dengan kartu peserta. Kalau bisa sebelum masuk ruang ujian, minum dulu supaya bisa lebih tenang.
2. Segera cari tempat duduk kalian masing-masing dan dengarkan segala instruksi dari pengawas. Kalau kalian merasa ngga perlu mendengarkan, kalian bisa mengisi waktu tersebut sambil berdoa dan terus berdoa, karena instruksi dari pengawas biasanya udah sangat umum.
3. Begitu lembar jawaban dibagikan segera isi dengan lengkap, hati-hati, dan teliti lembar tersebut. Isi nama dan nomor peserta dan segala macam dengan baik dan usahakan tidak ada kesalahan/menghapus (bukan berarti ngga boleh, tapi diusahakan). Bila ada kolom tanda tangan di lembar jawaban, pastikan kalian menandatangani kolom tersebut.
4. Tetap tenang dan jangan grogi.
5. Tetap berpikir positif.
6. Jangan membuka lembar soal kalau belum mendapat instruksi untuk mulai mengerjakan soal, atau kalian bisa bertanya apakah sudah boleh dikerjakan atau belum.
7. Selalu kerjakan soal dari pelajaran yang kalian anggap paling kalian bisa.
8. Setelah itu kerjakan dari soal-soal yang dianggap mudah terlebih dahulu.
9. Jangan terpaku pada satu soal yang sulit, itu sangat membuang waktu. Jika kita tidak menemukan jawabannya pada saat itu, segera tinggalkan soal tersebut dan kerjakan soal yang lain, tapi tentunya nanti jangan lupa untuk kembali mencoba soal yang susah tadi.
10. Selama ujian berlaku hukum “Lo ya Lo, Gue ya Gue!”, ngga ada yang saling kerja sama. Kalo pas UAN mungkin kita bisa saling “bahu-membahu” karena menyangkut “keselamatan” satu angkatan (udah jadi rahasia umum lah), tapi untuk masalah ini, kita saling bersaing dan berkompetisi demi memperebutkan kursi yang terbatas jumlahnya yang disediakan UI. Jangan pernah memberikan jawaban atau meminta jawaban kepada siapa pun. Sangat berisiko (lagian belum tentu benar kan?).
11. Ini yang terpenting. Selama ujian berlangsung, apapun yang terjadi, sesulit apapun soalnya, JANGAN pernah berpikir, “Gue harus masuk UI! Gue harus lulus SIMAK-UI!”, dan demi kebaikan kalian, JANGAN pernah mikir begitu dalam otak kalian! Loh kenapa? Iya, kalo selama ngerjain soal kalian mikir begitu, maka yang ada kalian akan tertekan, dan akan semakin tertekan ketika ada banyak soal yang susah dan banyak yang ngga bisa kalian jawab, ketika hal itu terjadi, maka kalian akan berpikir, “duh, gimana nih? Gimana bisa lulus? Soalnya susah-susah! Masih banyak yang kosong! Gimana bisa masuk UI? Gimana bisa diterima di Akuntansi UI (misalnya)”, dst. Alhasil? Ya. Grogi. Jadi ngga konsentrasi. Fokus kalian jadi terpecah karena mau masuk UI. Tentu bukan sesuatu yang salah kalo kalian mau masuk UI, justru emang tujuan kalian ikut SIMAK-UI adalah supaya bisa masuk UI kan? Nah, tapi dalam kasus ini, sekali lagi gw tekankan, JANGAN pernah mikir gitu. Mungkin tadinya kalian berpikir itu akan menjadi motivasi kalian, tapi sebenarnya itu bisa menjadi sumber kegagalan kalian. Jadi harus gimana? Satu strategi jitu dari gw, dan harus diinget, pasang mindset kalian menjadi, “Apapun yang terjadi, gw HARUS isi sebanyak-banyaknya!” BUKAN “Apapun yang terjadi, gw harus masuk UI!” Kenapa begitu? Ketika kalian berpikir “Apapun yang terjadi, gw HARUS isi sebanyak-banyaknya!” maka kalian akan berusaha mati-matian, semaksimal mungkin untuk bisa mengisi soal-soal tersebut sebanyak mungkin, apapun yang terjadi, sesusah apapun, kalian akan berusaha untuk mendapatkan jawaban itu, karena kalian ngga akan rela ketika ngeliat (misalnya) ternyata lembar jawaban kalian masih banyak kosong, atau ngeliat Matematika, Fisika, Ekonomi, Sejarah, atau IPA Terpadu kalian masih terisi sedikit. Dengan mengeset otak kalian dengan hal seperti itu bisa memotivasi kalian untuk bener-bener berjuang ketika ujian. Dengan mikir begitu bukan grogi yang kalian dapat, tapi justru rasa semangat yang lebih besar.
12. Ketika pada akhirnya kalian merasa sangat stress dengan soal-soal tersebut dan semakin pusing tiap membaca soal-soal ujian, satu hal yang harus kalian lakukan adalah, bulatkan tekad kalian, dan teriakkan dalam hati kalian (dalam hati aja, jangan dikeluarkan, hehe), “Apapun kata Lo, Gue MAU LULUS PTN 2009! Apapun kata Lo, Gue YAKIN LULUS PTN 2009! Apapun kata Lo, Gue PASTI LULUS PTN 2009!” dan kemudian tulis kata-kata itu di lembar soal kalian. Kalau kalian baca lagi tulisan itu, lihat, TIDAK ADA kata keharusan dalam kata-kata itu, tidak ada yang memaksa dan mengharuskan bahwa kalian harus lulus, ngga ada, tapi yang ada adalah kata-kata TEKAD dan KEYAKINAN, bahwa apapun yang terjadi, apapun kata orang, kalian ngga peduli, karena tekad kalian adalah untuk LULUS SIMAK-UI dan kalian YAKIN dengan hal itu, itu artinya perjuangan kalian untuk mengerjakan soal-soal yang belum terjawab belum selesai. Karena kalian PASTI bisa, kalian harus menunjukkan bahwa hasil belajar kalian selama ini ngga sia-sia. Kata-kata “PTN” yang dimaksud di sini adalah UI, jadi untuk kata “PTN” itu sendiri sebenarnya fleksibel, bisa diganti dengan “UI” atau bisa juga “SIMAK-UI”.
13. Jangan lupa menandatangani bukti hadir peserta ujian.
14. Ketika tanda waktu selesai berbunyi, segera tinggalkan pekerjaan kalian, tapi sebelumnya pastikan lagi bahwa segala kelengkapan data (nama, nomor peserta, dsb.) telah terisi dengan lengkap.
15. Berdoa, berdoa, dan berdoa.
Apa yang harus dilakukan setelah selesai ujian?
1. Jika kalian memilih IPA, maka setelah ujian Kemampuan IPA selesai, kalian segera persiapkan diri untuk menghadapi ujian berikutnya, yaitu Kemampuan Dasar. Setelah keluar dari ruangan, JANGAN pernah membahas soal yang telah dikerjakan tadi (entah itu MIPA, Fisika, Kimia, Biologi, atau IPA Terpadu), sebaiknya kalian segera mempersiapkan diri untuk ujian Kemampuan Dasar.
2. Jika kalian memilih IPS, maka setelah ujian Kemampuan Dasar selesai, kalian segera persiapkan diri untuk menghadapi ujian berikutnya, yaitu Kemampuan IPS. Setelah keluar dari ruangan, JANGAN pernah membahas soal yang telah dikerjakan tadi (entah itu Matematika, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris), sebaiknya kalian segera mempersiapkan diri untuk ujian Kemampuan IPS. Jarak waktu dari Kemampuan Dasar sampai dengan Kemampuan IPS ada sekitar satu jam, pergunakan waktu ini juga untuk makan siang dan itu HARUS. Karena sangat fatal akibatnya hanya karena bila kalian males makan dan ngerasa kuat, tapi tiba-tiba saat ujian kalian dengan keadaan perut kosong, itu bisa mengganggu konsentrasi.
3. Jika kalian memilih IPC, Kemampuan IPA selesai, kalian segera persiapkan diri untuk menghadapi ujian berikutnya, yaitu Kemampuan Dasar. Setelah keluar dari ruangan, JANGAN pernah membahas soal yang telah dikerjakan tadi (entah itu MIPA, Fisika, Kimia, Biologi, atau IPA Terpadu), sebaiknya kalian segera mempersiapkan diri untuk ujian Kemampuan Dasar. Begitu juga seterusnya, setelah ujian Kemampuan Dasar selesai, kalian segera persiapkan diri untuk menghadapi ujian berikutnya, yaitu Kemampuan IPS. Setelah keluar dari ruangan, JANGAN pernah membahas soal yang telah dikerjakan tadi (entah itu Matematika, Bahasa Indonesia, atau Bahasa Inggris), sebaiknya kalian segera mempersiapkan diri untuk ujian Kemampuan IPS. Jarak waktu dari Kemampuan Dasar sampai dengan Kemampuan IPS ada sekitar satu jam, pergunakan waktu ini juga untuk makan siang dan itu HARUS. Karena sangat fatal akibatnya hanya karena bila kalian males makan dan ngerasa kuat, tapi tiba-tiba saat ujian kalian dengan keadaan perut kosong, itu bisa mengganggu konsentrasi. Khusus bagi yang memilih IPC, persiapkan diri kalian dengan semaksimal mungkin, karena kalian akan ujian seharian dari pagi sampai sore. Persiapkan fisik dan mental kalian sebaik mungkin.
4. Setelah ujian benar-benar telah berakhir, SELAMAT! Kalian telah melewati salah satu pertempuran terbesar dalam hidup kalian, walau belum tau apakah menang atau kalah. Tapi ketika ujian selesai, urusan kalah/menang menjadi belakangan, yang penting selesai.
5. Sama seperti saran gw sebelumnya, setelah ujian selesai, tidak perlu berlama-lama di tempat ujian, segera pulang dan JANGAN pernah membahas soal-soal SIMAK-UI tersebut atau penasaran dengan nilai kalian! Biasanya di bimbel-bimbel nantinya akan dibahas sekaligus untuk mengetahui berapa nilai yang kalian peroleh. Gw sangat menyarankan kepada kalian untuk TIDAK membahas soal-soal SIMAK UI. Biarkan yang berlalu sudah berlalu. Biarkan masalah nilai menjadi rahasia-Nya. Yang harus kita lakukan setelah ujian hanya berdoa dan berdoa, serta tetap semangat, karena kalau ternyata kita tidak lulus SIMAK-UI berarti kita harus siap untuk sekali lagi berperang dalam SNMPTN 2009.
6. Setelah selesai ujian, bersenang-senanglah selama beberapa hari, melepas penat dan kejenuhan selama beberapa bulan berjuang untuk belajar dan belajar. Pergi nonton film bareng temen-temen bisa jadi pilihan yang sangat menarik, atau pergi jalan-jalan ke Dufan juga oke, tapi tentunya tetap tidak terlalu berlebihan. Lupakan segala hal tentang SIMAK-UI.
7. Berdoa. Ya, hanya itu satu-satunya cara yang bisa kita lakukan ketika kita telah berusaha semaksimal mungkin. Segalanya kita serahkan pada Yang Mahakuasa. Semoga apapun hasilnya adalah yang terbaik untuk kalian.
8. Kembali semangat! Ingat, perjuangan belum selesai. Selama belum ada pengumuman ”SELAMAT! ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS INDONESIA, JURUSAN *bla bla bla*” berarti status kalian masih mengambang, maka dari itu, kalian harus tetap semangat untuk belajar, untuk menghadapi kemungkinan SNMPTN.
9. Bagi yang beragama Islam, bernazarlah, itu sangat membantu. Nazar bisa dilakukan sebelum ujian atau setelah ujian, tapi mungkin ada baiknya kalau di jauh hari sebelum ujian.
10. Tetap ingat, “Apapun kata Lo, Gue MAU LULUS PTN 2009! Apapun kata Lo, Gue YAKIN LULUS PTN 2009! Apapun kata Lo, Gue PASTI LULUS PTN 2009!” (PTN yang dimaksud di sini adalah UI).
Semua ini adalah beberapa strategi selama menghadapi SIMAK-UI tanggal 1 Maret 2009 nanti, bahkan gw juga menambahkan strategi pasca-SIMAK-UI tentang bagaimana kita menyikapinya. Tapi semuanya kembali pada diri kalian masing-masing. Setiap orang mempunyai strategi masing-masing yang diyakininya. Apa yang gw tulis di sini mudah-mudahan bisa sedikit membantu bagi kalian yang ingin melanjutkan studinya di Universitas Indonesia ketika menghadpi ujian nanti. Posting-an blog gw selanjutnya masih akan membahas seputar strategi SIMAK-UI, gw akan membahas keunggulan dan kelemahan anak-anak IPA, IPS, dan IPC dalam ujian-ujian seleksi masuk PTN pada umumnya. Jadi, nantikan artikel berikutnya dan tetap semangat!
Fauzan Al-Rasyid