Friday, February 13, 2009

Hal-hal yang Harus Dihindari dalam Menulis

1. Double meaning (bermakna ganda), ambigu.

2. Misleading (menyesatkan).

3. Mengandung ketidakjujuran dalam makna kata, makna kalimat, pokok pikiran dalam paragraf, dan gagasan tulisan.

4. Tidak akurat.

5. Pelanggaran etika.

6. Pelanggaran hukum (termasuk di dalamnya adalah plagiat).

7. Berkacamata kuda, tidak kritis terhadap data dan fakta, serta tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.

8. Tergesa-gesa mengambil kesimpulan (sebaiknya tunggu sampai semua data penunjang lengkap).

9. Terlalu mudah percaya, baik dari peryataan para narasumber maupun analisis sendiri.

Posted by Fauzan at 06:27:16 | Permalink | No Comments »

14 Sifat Penulis

1. Penulis yang baik harus melihat dunia sebagai laboratorium jurnalistik atau gudang cerita.

2. Penulis yang baik memilih untuk mendapatkan dan mengembangkan gagasan cerita.

3. Penulis bertindak sebagai kolektor informasi agar informasi terebut berkualitas.

4. Penulis menghabiskan waktu dan energi untuk bagian pengantar (bagian terpenting dalam tulisan).

5. Tulisan sebagai penyelaman diri dalam cerita dengan perencanaan dan pencarian informasi baru.

6. Penulis harus memiliki standar yang tinggi, tapi dengan adanya dateline penulis harus bisa menulis cepat.

7. Penulis sadar akan bagian penting dari menulis adalah kerja keras mengorganisasikan materi.

8. Tulisan selalu direvisi

9. Penulis lebih mempercayai telinga daripada mata.

10. Suka bercerita (mencari sisi kemanusiaan) merupakan modal bagi penulis yang baik.

11. Berani mengambil kesempatan atau risiko (suka dengan kejutan dan pendekatan yang tidak konvensional).

12. Tulisan untuk menyenangkan diri, tetapi paham akan transaksi penulis dan pembaca.

13. Penulis sebagai pembaca seumur hidup (cinta kata-kata, terus membaca novel, dan menonton film untuk mengoleksi ide dan tulisan).

14. Menulis yang panjang agar cerita mengalir.

Posted by Fauzan at 06:25:39 | Permalink | No Comments »

Pendekatan dalam Menulis

Dalam menulis kita harus menggunakan berbagai pendekatan, tergantung kepada siapa kita tujukan tulisan kita tersebut nantinya. Karena tentunya dalam menulis, kita memiliki target siapa saja yang akan membaca atau dari golongan mana yang akan membaca tulisan tersebut. Pendekatan yang diberikan kepada khalayak berbeda-beda, dilihat dari dua hal, yaitu: jenis kelamin dan status sosial ekonomi.

Kemudian, apa sih khalayak? Khalayak adalah publik khusus yang menjadi sasaran komunikasi dan segmentasi mereka dapat dikelompokkan menjadi:
1. segmentasi demografis → dibedakan atas usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pendapatan.
2. segmentasi geografis → dibedakan atas lokasi tempat tinggal (kota besar, kota kecil, desa, kota)
3. segmentasi psikografis → dibedakan berdasarkan gaya hidup yang biasa diindikasikan melalui attitude, interest, dan opinion dari khalayak
4. segmentasi teknografis → dibedakan berdasarkan adopsi teknologi yang dilakukan oleh khalayak

Posted by Fauzan at 06:23:35 | Permalink | No Comments »

Definisi dan Tujuan Menulis

Pada posting-an gw kali ini, gw akan membahas mengenai definisi dan tujuan menulis. Kenapa harus definisi dan tujuan? Apakah kita benar-benar perlu mengetahui tentang definisi dan tujuan menulis? Hmm… ya, kalo menurut gw, hal itu perlu. Kenapa? Ya karena sengganya kalo kita tau definisi (bukan arti loh ya…) menulis dan juga kita tau apa sih tujuan dari menulis itu, maka tentunya ketika kita akan menulis sesuatu, entah yang bersifat ilmiah atau yang nonilmiah, kita bisa membuat sebuah tulisan yang emang benar-benar pas dengan apa yang kita inginkan, jadi dengan tulisan yang kita buat, para pembaca yang kemudian membaca tulisa kita pun bisa mengerti dengan apa yang kita tulis tersebut.

Oke, sekarang apa sih definisi dari menulis? Dari kuliah DDP gw beberapa hari yang lalu, dosen DDP gw mengatakan bahwa, menulis adalah suatu kegitan mentranskripsi, mengubag bunyi (verbal) menjadi tanda-tanda baca. Menulis adalah mengemukakan gagasan (fakta dan opini) melalui teks dengan menggunakan bahasa dan struktur artikel yang mudah dimengerti orang lain sehingga pesan yang disampaikan seperti apa yang dimaksud si penulis.

Pada dasarnya menulis terbagi ke dalam dua bagian utama, yaitu: (1) mempelajari kenyataan (bisa berarti berpikir, bisa berarti riset) dan merumuskan kerangka tulisan, dan (2) menyajikan gagasan tersebut dengan didukung fakta (diri turut berperan – The Art of Writing).

Kemudian, agar mudah dipahami maka penulisan harus jelas dalam hal:
1. pilihan kata
2. susunan kalimat
3. susunan paragraf
4. gagasan yang hendak dikemukakan

Lalu, bagaimana dengan tujuan dari penulisan? Nah, di bawah ini adalah lima tujuan penulisan:
1. memberi informasi, yakni menyampaikan fakta-fakta mengenai peristiwa, masalah, tren, atau fenomena
2. menjelaskan tulisan yang menganalisis/menguraikan mengapa suatu peristiwa, masalah, tren, atau fenomena terjadi (biasanya memaparkan peristiwa, masalah, tren, atau fenomena, sehingga khalayak memahaminya)
3. mengarahkan tulisan ”Seperti Ini”/tip dalam mengerjakan suatu hal (“How To” Article), seperti misalnya: “Cara Mengatasi Kejahatan di Jalan Raya”, dsb.
4. membujuk/meyakinkan orang, tulisan ini mencoba mempersuasi orang atau setidaknya memiliki pemikiran yang sebanding tentang peristiwa, masalah, tren, atau fenomena, seperti misalnya tulisan resensi buku atau film
5. meringkaskan/membuat suatu rangkuman dari suatu karya (buku, dsb.), sebuah kegiatan, rapat, atau seminar menjadi lebih ringkas dan bisa dibaca dengan cepat tanpa kehilangan intisarinya (contoh: notulen)

Posted by Fauzan at 06:21:46 | Permalink | No Comments »

Dasar-Dasar Penulisan

Di semester ke-2 ini gw mengambil mata kuliah Dasar-Dasar Penulisan atau yang biasa disebut dengan DDP oleh mahasiswa-mahasiswa FISIP UI. Di kelas DDP ini kita diberikan berbagai pengetahuan mengenai cara-cara menulis yang baik. Apalagi bagi mereka yang nanti akan melanjutkan program studinya di Jurnalisme, khususnya Jurnalisme Media Cetak, mata kuliah ini tentu sangat penting, tapi bukan berarti untuk program studi yang lain ngga penting, ngga gitu, tapi untuk yang akan memilih Jurnalisme, mata kuliah ini menjadi pondasi awal bagi mereka. Mungkin kira-kira sama dengan mata kuliah Public Speaking yang lebih diprioritaskan untuk para mahasiswa yang akan memilih program studi Hubungan Masyarakat nantinya, bukan berarti ngga penting untuk program studi yang lain, tapi ada prioritasnya, karena berhubungan dengan pondasi yang akan menunjang perkuliahan mereka di program studi tersebut.

Nah, di beberapa posting-an blog gw nantinya, gw akan memasukkan hal-hal yang gw dapat dari mata kuliah DDP ini. Tujuan apa? Ya, untuk gw pribadi, tentunya dengan gw menulis ulang materi yang udah gw dapat di kampus, pasti akan membuat gw lebih paham dan lebih ingat tentang materi tersebut, sedangkan bagi orang lain yang membacanya, terutama bagi yang juga suka menulis, bisa memberikan wawasan baru bagi mereka, terutama tentang hal tulis-menulis.

Oke, di artikel berikutnya, gw akan membahas tentang definisi dan tujuan menulis. Selamat membaca! :)

Posted by Fauzan at 06:16:37 | Permalink | No Comments »

Monday, February 2, 2009

ZONA KAMPUS 2009 SUKSES!

Setelah beberapa posting-an blog gw sebelumnya mengenai Zona Kampus dan Pra-Zona Kampus, sekarang gw akan bercerita tentang hari pelaksanaan Zona Kampus 2009 pada hari Jumat, 30 Januari 2009. Oke, seperti yang udah gw ceritakan di posting-an terdahulu bahwa Zona Kampus 2009 ini sempat hampir mengalami ketidaksuksesan, terkait masalah waktu pelaksanaannya yang bentrok dengan Try Out kelas XII yang secara tiba-tiba berubah jadwal. Namun, berkat bantuan dari guru-guru BK yang berhasil meyakinkan kepala sekolah bahwa acara ini sangatlah bermanfaat untuk siswa-siswi SMA Negeri 81 Jakarta, khususnya siswa-siswi kelas XII, sehingga pada akhirnya Zona Kampus 2009 bisa dilaksanakan mulai dari pukul 13.00 – 16.00.

Tanggal 30 Januari 2009, kira-kira pukul 09.00 WIB, gw tiba di sekolah dan ternyata tenda-tenda yang akan jadi tempat stand-stand universitas nantinya udah terpasang dengan baik dan rapi. Beberapa temen-temen gw juga udah dateng untuk siap-siap mendekorasi stand-stand mereka masing-masing. Salah satu properti yang kita butuhkan adalah meja-meja, tapi karena kelas XII lagi pada Try Out, jadi kita belum pada bisa ngambil meja-meja dari kelas-kelas di lantai bawah. Sampai akhirnya kira-kira jam 11.00 kita baru bisa ngambil meja-meja, dan siapa sangka, ternyata walau udah dapet izin dari bapak pimpinan, untuk ngeluarin meja aja masih agak berbelit-belit alias ribet, apalagi masalah sound system dan segala perlengkapan lainnya untuk dipakai pas acara nanti (ya itulah mantan sekolah gw, ngga heran lah).

Kira-kira setengah jam sebelum sholat Jumat, salah seorang guru BK manggil gw ke ruang BK untuk ada sedikit rapat pengarahan dan koordinasi. Ternyata, satu lagi kejutan buat gw dan panitia, bapak pimpinan nyuruh kita untuk mulai acara jam 13.30 setelah sholat Jumat, dan waktu yang diberikan jadi sampe jam 15.30. Nah loh! Udah mau mulai acara, ada aja lagi yang berubah, akhirnya gw lah yang jadi bingung, karena gw udah nyusun jadwal acara lengkap dengan jam dan estimasi waktu tiap presentasi beserta seluruh rangkaian kegiatan di hari itu. Bahkan Mandel yang akan jadi partner gw untuk jadi MC nanti juga udah nyusun materi MC dengan sangat rapi, dan ternyata, wow, tiba-tiba ada hal yang sangat mengejutkan, gw harus muter otak lagi untuk ngubah susunan acara di waktu yang cuma sebentar, dan gw ngga sempet latian nge-MC dengan serius, cuma sekedar aja, minimal gw tau apa yang mesti gw omongin ntar.

Ngga terasa akhirnya tiba waktu sholat Jumat. Setelah sholat Jumat kira-kira 5 menit sebelum jam setengah satu, gw kembali ke ruang BK untuk siap-siap. Siap-siap apa? Hoho, siap-siap berganti kostum, kan mau nge-MC! Haha, ya buat gw, dalam acara-acara tertentu yang mengharuskan gw tampil di depan orang banyak, gw mesti make baju dengan aksesoris-aksesoris yang cukup mecolok dan menarik perhatian, bukan berarti caper atau norak, ngga, toh gw tetap memperhatikan kaidah-kaidah fashion (hadah), keselarasan model, warna, dll., dan emang udah sebagian dari style gw juga, hehe, tapi ngga di setiap acara kok, tergantung acara apa dulu.

Oke, balik ke masalah acara. Udah jam setengah satu dan kayaknya emang acara belum bisa dimulai. Apalagi di awal acara Zona Kampus 2009 ini, gw membuat suatu konsep baru, yaitu parade 11 PTN peserta Zona Kampus. Jadi, ketika MC (gw dan Mandel) membuka acara, ngga ada satu orang alumni pun yang berada di stand universitas mereka. Mereka semua harus berada di depan mushola sekolah membentuk barisan per universitas mereka masing-masing berdasarkan stand universitas yang paling ujung kiri (ITB) sampe yang paling belakang itu stand universitas yang ada di ujung kanan (UNS dan UNSOED). Mungkin gw terinspirasi dari LTUB (Lomba Tata Upacara Bendera) yang biasa diadakan untuk anak-anak kelas X. Hehe. Kenapa gw bikin konsep seperti ini? Hmm… gw mau untuk anak-anak kelas XII angkatan Olympus yang ngeliat parade per universitas ini, mereka jadi semakin semangat, mereka bisa punya kemauan lebih untuk belajar supaya suatu hari nanti, mungkin tahun depan, mereka lah yang akan melanjutkan acara seperti ini, dengan jaket-jaket almamater kebanggaan mereka masing-masing. Berjalan dengan bangga dihadapan adek-adek kelasnya. Berjalan dengan bangga di lapangan SMA-nya dulu, tempat mereka pernah menuntu ilmu dan disambut dengan sorak gembira dan tepuk tangan yang meriah. Dan untuk angkatan gw, Amazon, gw harap dengan parade ini, mereka bisa semakin menumbuhkan rasa kebanggaan mereka terhadap almamater mereka, bahkan kalaupun yang diterima di suatu universitas tersebut hanya sedikit, kayak misalnya temen-temen gw yang di STAN, UNS, UNSOED, UNJ, IPB, tapi di situ lah letak kebanggannya, bahwa ngga semua orang bisa diterima di universitas tersebut. Dan untuk temen-temen Amazon gw yang di UI, pasukan Jaket Kuning, pasukan terbanyak dari Amazon (kalo kata Mandel udah kayak pada bedol desa), dengan parade ini (anak-anak UI parade dengan nyanyi Genderang UI plus bawa bendera Mera Putih) gw harap bisa semakin menambah rasa bangga dan juga kekompakan serta rasa syukur mereka (termasuk gw juga, walau gw ngga ikut parade), bahwa ngga semua orang bisa beruntung mengenakan jaket kebanggaan itu.

Nah, bahkan untuk ngumpulin anak-anak Amazon supaya siap-siap parade aja ngga gampang, ya biasa lah, kalo satu orang ngga bergerak, semua masih tetap aja diem di stand. Sampe akhirnya mereka semua pergi ke depan mushola, dan gw ngga tau itu kapan soalnya gw sama Mandel udah mulai membuka acara. Ya, pengalaman pertama gw menjadi MC. Sebenernya ngga gitu susah, apalagi untuk masalah ngomong di depan orang banyak buat gw udah bukan masalah, ngga ada grogi atau semacamnya (saking keseringan) yang penting gw tau apa yang mau gw omongin, selebihnya ngga masalah, tapi karena itu juga pertama kali jadi MC, hmm… lucu juga sih, hehe, ya bedanya karena gw MC berdua sama Mandel, jadi gw selain harus melakukan kontak dengan penonton, gw juga harus bisa saling kontak sama Mandel, terutama kontak mata, itu penting, ya, gw rasa itu yang perlu dilatih. Mudah-mudahan kalo ntar (ya entah kapan) gw jadi MC lagi dalam suatu acara, gw udah bisa lebih bagus lagi.

Satu hal juga yang ngga akan gw lupa dari pengalaman pertama gw jadi MC ini adalah pas gw salah nyebut singkatan UNS. Gw bilang Universitas Negeri Solo, padahal yang bener Universitas Negeri Sebelas Maret! Hyaaaaaaaaa… ya ampun! Ya, walaupun UNS emang letaknya di Solo, tapi kan singkatannya salah, malah gw ngomong pake microphone pula, dan mike punya gw suaranya lebih keras daripada yang punya Mandel. Haha, yah, mau gimana? Dan gw ngga kepikir buat ngeles waktu itu, agak malu juga sih, haha, tapi ya udah lah, biarin aja, pengalaman, hehe.

Selama acara berlangsung, sebenernya cuma ada satu kendala yang sempet meresahkan, yaitu hujan. Ya, emang kalo lagi ada acara-acara penting, salah satu hal yang ngga diharapkan adalah hujan. Dan pas acara Zona Kampus kemaren, dari pagi emang udah mendung, bahkan sempet gerimis, tapi untungnya pas acara dimulai udah cerah. Nah, ternyata cerahnya cuma sebentar, mulai dari pembukaan sampe parade masih cerah, tapi lama-lama mulai mendung, mendung, mendung, langit makin gelap, dan sampe abis presentasi dari UGM, hujan pun turun! Yah! Gimana? Padahal katanya udah ada pawang hujannya, tapi kok tetep hujan? Sebenernya sih percaya ngga percaya, tapi yang disiapin waktu itu sama Bram, yang jadi pawang hujan si Martinus. Nah, herannya, mulai dari presentasi UNS sampe UI, masih hujan, tapi pas giliran presentasi dari STAN yang terakhir (abis UI) langit langsung cerah, hujan berenti, dan, ternyata yang presentasi dari STAN si Dion sama Martinus. Yah, ngga ngerti deh gw, percaya ngga percaya, haha.

Akhirnya setelah presentasi dari kesebelas PTN selesai, acara selanjutnya adalah anak-anak kelas XII boleh mengunjungi stand-stand universitas. Jadi, selama presentasi dari perwakilan tiap-tiap universitas tadi, anak-anak kelas XII pada duduk di podium dan harus menyimak apa yang dipresentasikan, ngga boleh ke stand-stand dulu. Berbeda dengan dua Zona Kampus sebelumnya yang disediakan satu stand besar di tengah lapangan sebagai tempat duduk untuk anak-anak kelas XII menyaksikan para perwakilan tiap-tiap universitas mempresentasikan universitasnya masing-masing, tapi di saat yang bersamaan juga, mereka (kelas XII) ada juga yang pergi ke stand-stand tanpa memperhatikan yang presentasi, jadi fokus dari acara tersebut pun terpecah. Nah, selain karena faktor dana (ya tahun ini kita sebisa mungkin meminimalisasikan dana yang dikeluarkan) yang agak terbatas sehingga tahun ini kita ngga bikin tenda di tengah lapangan untuk tempat duduk, kita juga membuat konsep baru, jadi kita (MC) atau yang berpresentasi nantinya berada di tengah lapangan, kita membuat panggung baru, seperti model pemilihan calon ketua dan wakil ketua OSIS, sedangkan anak-anak kelas XII dapat duduk di podium, lagian kayaknya mereka juga lebih pewe di situ, hehe. Dan hasilnya, ternyata jauh lebih baik dan efisien.

Satu hal yang sangat membuat gw terkesan dari acara Zona Kampus 2009 ini adalah ketika presentasi telah selesai dan gw bersama Mandel mau nutup acara presentasi, anak-anak kelas XII terlihat begitu semangat dan antusias untuk segera menuju stand-stand universitas (udah pada ngga sabar kayaknya), tapi buat gw itu merupakan suatu hal yang sangat luar biasa. Semoga dengan diadakannya acara Zona Kampus 2009 ini bisa membuat mereka (kelas XII) lebih yakin dalam menentukan pilihan-pilihan mereka dan sesuai dengan tema Zona Kampus 2009: Let’s find your way and make it real! Temukan jalanmu dan buatlah menjadi kenyataan. Zona Kampus bukanlah suatu ajang pamer para alumni, tapi lebih dari itu, Zona Kampus merupakan suatu bukti bahwa alumni-alumni SMA Negeri 81 Jakarta tidak lupa dengan sekolahnya. Tempat kami pernah menuntut ilmu, dan dari sekolah itulah kami para alumni bisa diterima di PTN-PTN pilahan kami. Zona Kampus juga merupakan bukti bahwa alumni-alumni tetap peduli dengan adek-adek kelasnya walaupun kami semua sudah berpisah dan menyebar ke seluruh pelosok daerah di negeri ini, tapi karena satu unsur kepedulian dan rasa keinginan kuat bahwa kami pun ingin melihat adek-adek kami yang berasal dari SMA kami dulu bisa seperti kami, diterima di PTN-PTN impiannya, entah di UI, UGM, ITB, UNPAD, ITS, dll., dan karena kami ingin mereka percaya bahwa mereka pun bisa seperti kami.

Semoga kalian bisa menggapai cita-cita kalian tahun ini dengan diterima di universitas dan fakultas/jurusan yang kalian inginkan. Amin. Alhamdulillah, Zona Kampus 2009 telah dilaksanakan dan berakhir dengan sukses! Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini. Teman-teman panitia, semua anak Amazon yang ikut serta, juga guru-guru BK yang udah begitu banyak membantu selama rangkaian kegiatan Zona Kampus 2009, dan ngga lupa pihak sekolah yang udah memberikan izin, dan semua siswa SMA Negeri 81 Jakarta, khususnya angkatan Olympus yang udah begitu antusias dengan acara ini, angkatan Emperor dan Solaris. Juga kepada anak-anak Pengurus OSIS Netradhiira Pattvisekra, gw ucapkan terima kasih, atas bantuannya. Semoga tahun 2010 nanti giliran angkatan Olympus yang membuat Zona Kampus berikutnya, tentunya dengan berbagai inovasi baru yang bisa kalian ciptakan agar Zona Kampus bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Semangat!


Posted by Fauzan at 15:25:47 | Permalink | Comments (1) »

Sunday, February 1, 2009

Zona Kampus 2009: Sebuah Perjuangan

Setelah mengadakan Pra-Zona Kampus selama tiga minggu, tiba saatnya untuk pelaksanaan acara puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Zona Kampus, yaitu Zona Kampus 2009 dengan tema: Let’s find your way and make it real!

Untuk merealisasikan Zona Kampus 2009 ini bukanlah suatu hal yang mudah. Berbeda dengan pelaksanaan Pra-Zona Kampus 2009 yang berurusan langsung dengan pihak guru-guru BK yang sangat baik dan ramah, tapi untuk Zona Kampus 2009 tentu harus berhadapan langsung dengan pihak sekolah, dalam hal ini adalah para wakil-wakil kepala sekolah.

Kalo boleh jujur, sebenernya gw udah sangat capek berurusan dengan pihak sekolah, ya sebagai informasi, mantan sekolah gw ini punya suatu sistem birokrasi yang sangat ribet, kaku, dan cukup kolot. Tanpa bermaksud menghina tempat gw menuntut ilmu selama tiga tahun ini, tapi gw emang sangat sering dikecewakan oleh sekolah gw sendiri (yang gw maksud di sini adalah “petinggi-petinggi” sekolah). Untungnya gw dulu bukan Pengurus OSIS yang pastinya akan lebih sering berhadapan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan “petinggi-petinggi” sekolah (ternyata ada hikmahnya – pastinya gw bakal stress banget). Bahkan setelah gw lulus pun, kesulitan itu masih sangat gw rasakan, dan masalah Zona Kampus ini menjadi masalah kedua gw yang berhdapan langsung dengan sekolah, setelah sebelumnya masalah Try Out FISIP UI yang juga sempat bermasalah dengan SMA ini.

Bermula dari masalah pengajuan proposal dan masalah waktu pelaksanaan Zona Kampus 2009. Awalnya kita mau ngadain tanggal 23 Januari 2009, tapi ternyata tanggal 23 Januari itu sekolah lagi mengadakan Trip Observasi untuk kelas X.  Akhirnya kita mundurin waktu pelaksanaan menjadi tanggal 30 Januari atau seminggu dari rencana semula. Ternyata tanggal 30 Januari pun kelas XII lagi ada Try Out UAN, tapi kayaknya Try Out kelas XII tersebut akan dilaksanakan di pagi hari, jadi setelah sholat Jumat mungkin acara Zona Kampus baru bisa dimulai. Itu menurut Bpk. Wakil Bid. Kurikulum (gw ngga akan sebut nama) pada bulan Desember. Lalu ketika tanggal 5 Januari 2009 gw dan Atha kembali ke sekolah untuk mengambil proposal yang alhamdulillah udah disetujui, dan ketika gw tanyakan lagi kepada Bpk. Wakil Bid. Kurikulum masalah Try Out kelas XII, ternyata beliau berkata bahwa dari tanggal 28 – 30 Januari, sudah ditetapkan bahwa Try Out-nya dilaksanakan pada pagi hari. Itu artinya, kita bisa mulai acara paling ngga jam satu siang atau paling lambat jam setengah dua siang. Walau sebenernya beliau bilang bahwa kita harus nunggu sampe anak kelas X dan XI selesai KBM, ya, gw dan Atha saat itu cuma anggep angin lalu, ngga gitu ditanggepin, yang penting proposal oke dan jamnya juga udah oke.

Sampe akhirnya H-3 acara Zona Kampus, tanggal 27 Januari, ternyata panitia mendapat berita yang sangat mengejutkan. Ya, ini yang dari awal sebenernya suka gw khawatirkan, dan ternyata terjadi. Pihak sekolah atau lebih tepatnya Bpk. Wakil Bid. Kurikulum mengubah jadwal Try Out yang pas tanggal 5 Januari lalu dia bilang pagi diubah menjadi siang. Artinya pas hari Jumat, 30 Januari nanti, kelas XII Try Out mulai dari setelah selesai sholat Jumat, dan itu artinya kita baru bisa memulai acara Zona Kampus sekita pukul 14.30 WIB. Ya ampun! Padahal dia udah janji, dan waktu itu juga udah oke. Tapi bisa dengan seenaknya ngubah gitu aja. Gw yang bertanggung jawab untuk masalah acara pun udah menyusun konsep acara hari H dengan jadwal yang udah tersusun rapi, dan tiba-tiba ada berita kayak gitu, kebayang kan gimana pusingnya?

Akhirnya gw bersama Atha dan Bram mau ngga mau, suka ngga suka, harus menghadap si Bpk. Wakil Bid. Kurikulum ini. Demi berlangsungnya acara Zona Kampus yang udah panitia perjuangkan, gw pun merasa harus berjuang untuk merealisasikan acara ini, gimana pun caranya.

Kami pun tiba di depan ruang Wakasek, gw pribadi sebenernya udah tau gimana jawaban si bapak itu. Akhirnya kami bertiga pun masuk. Dia berada di meja tengah, di antara Bu Yuni dan Pak Tulus, ya itulah si Bpk. Wakil Bid. Kurikulum. Dimulai dengan Atha yang memulai pembicaraan, karena kalo gw duluan, bisa-bisa gw langsung emosi.

Atha: Maaf Pak, lagi sibuk ya?

Bpk. Wakil Bid. Kurikulum: Iya. (sambil ngurusin laptopnya)

Atha: (dengan agak terkejut dan juga bingung – ya gw sama Bram juga) Tapi kita mau ngomong sebentar Pak, kira-kira bisa ngga?

Bpk. Wakil Bid. Kurikulum: Ya udah, duduk aja.

Dan begitulah, kita mulai menjelaskan maksud dan tujuan kita dateng, karena masalah Zona Kampus dan masalah Try Out kelas XII yang secara mendadak diubah, padahal waktu itu dia udah janji. Atha juga udah makin bingung mau ngomong apa, dan gw pun mulai eneg, muak, benci, emosi ngeliat tu orang. Bahkan dia sama sekali ngga menatap Atha, atau gw, atau Bram sama sekali ketika salah satu dari kita ngomong, dia malah asik dan sibuk dengan laptopnya, ngetik-ngetik. Siapa yang ngga sopan? Siapa yang ngga punya etika? Gw bener-bener emosi banget dan sangat ngerasa ngga dihargain. Oke, mungkin baik gw, Atha, maupun Bram cuma tiga orang mahasiswa biasa yang baru lulus kemaren dari sekolah ini, mungkin ngga ada yang hebat, sedangkan beliau, ya… punya jabatan, kayaknya sih udah S2 juga. Tapi apa harus kayak gitu? Gw selalu diajarkan untuk menghargai lawan bicara, salah satunya adalah dengan melihat kepada lawan bicara ketika orang tersebut sedang berbicara. Tapi ternyata si Bpk. Wakil Bid. Kurikulum ini kayaknya ngga ngerti etika berbicara. Sungguh sangat disayangkan. Kok bisa sih orang kayak gitu jadi wakil kepala sekolah? Kasian banget sekolah gw.

Belum lagi jawaban-jawaban beliau yang singkat dan enteng. Bukan singkat dan padat. Tapi singkat, enteng, dan ngga mikir. Bahkan beliau sempat berkata, “Ya udah, kalau gitu acaranya minggu depan aja!” Astaghfirullah! Dia ngga tau apa kalo gw dan temen-temen panitia yang lain udah susah payah bikin jadwal dengan sedemikian rupa, dengan sebaik mungkin, dan tiba-tiba beliau dengan entengnya bilang suapaya kita ngadain acara itu minggu depan aja! Di situ gw bener-bener emosi banget, pengen rasanya nonjok mukanya, atau minimal ngegebrak mejanya (tapi gw harus tetap menjaga etika, jangan sampe ikut-ikutan ngga beretika), udah gitu dia tetap aja ngetik, sibuk sama laptop, ngga menatap kita sama sekali. Dan satu lagi, minggu depan itu gw dan yang lainnya udah masuk kuliah, jadi kesempatan satu-satunya cuma tanggal 30 Januari. Tapi beliau tetap ngga mau ganti jadwal Try Out tersebut, dengan alasan ini-itu yang menurut gw sangat tidak masuk akal.

Salah satu alasan yang sempat gw jelaskan ke beliau juga, ya, kan kalo Try Out baru selesai jam 14.30, belum lagi nyiapin segala macam property, kayak meja, sound system, dsb. Itu kan makan waktu lagi. Dan ternyata kelas X dan XI pun belum boleh keluar kelas jadi kita harus nunggu sampe jam 14.45. Logikanya aja deh, kalo emang kayak gitu caranya, paling ngga acara baru bisa dimulai jam 15.00. Gw tau lah sekolah gw kayak gimana, paling lama semua siswa-siswinya boleh di sekolah sampe jam 16.00, artinya cuma satu jam. Acara Zona Kampus yang udah disusun berbulan-bulan, bahkan dengan proposal dan segala macamnya, ternyata cuma dihargain selama satu jam doang. Oke lah kalo ternyata gw salah, dan sekolah ngasih izin sampe jam 17.00 (walau gw rasa itu ngga mungkin), tapi kan sekarang anak-anak kelas XII udah pada intensif bimbel untuk persiapan SIMAK UI sama PBS, dan ujian masuk PTN lainnya, nah, bimbel rata-rata mulai jam 16.30 sore, paling ngga dari sekolah biasanya anak-anak mulai pergi ke tempat bimbelnya jam 16.00. Akhirnya apa? Ya jam 4 sore udah pada bubar. Ya mungkin ntar yang nonton Zona Kampus cuma alumni-alumninya doang. Bener-bener ngga mikir banget kan? Coba dong Pak, seandainya Bapak diposisi kami, gimana perasaan Bapak? Pasti sakit hati banget kan? Ya sama! Kita pun begitu. Sangat disayangkan sikap Bapak yang seperti itu. Di mana etika Bapak?

Dan begitulah, dengan sangat gondok gw akhirnya meninggalkan ruang Wakasek itu, entah apakah Atha sama Bram sekesel gw apa ngga, gw ngga tau. Tapi rasanya pas gw keluar dari pintu Wakasek itu gw pengen ngelempar sepatu gw ke bapak itu. Itu gw saking keselnya. Emosi dan kesel.

Buat gw, ini emang bukan pengalaman pertama gw berhadapan dengan beliau dengan sikap dia yang seperti ini, tapi ini emang yang paling parah. Sampe di ruang BK (markas panitia) gw pun langsung nyeritain segala hal yang tadi kita alami sama guru-guru BK, dan sama seperti gw, mereka pun sangat menyayangkan sikap beliau yang seperti itu. Akhirnya karena udah sore juga gw dan yang lain memutuskan untuk pulang, tapi sebelum kita pulang, ternyata guru-guru BK bilang ke kita bahwa mereka akan mengusahakan banget supaya Try Out kelas XII diganti jadi pagi untuk hari Jumat itu dalam rapat nanti (kebetulan sore itu akan ada rapat dengan kepala sekolah yang baru). Ya Allah, gw ngga tau mesti ngomong apa selain bilang makasih banyak kepada mereka, guru-guru BK itu udah banyak banget membantu kita semua selama pelaksanaan Pra-Zona Kampus dan ketika datang masalah ini, mereka berusaha memperjuangkan supaya Zona Kampus ini benar-benar terlaksana.

Akhirnya kita pun pulang dan mempercayakan masalah ini kepada guru-guru BK. Di rumah, abis makan malam, ternyata ada SMS di hape gw, dan wow! Sebuah kabar yang sangat mengejutkan. SMS dari temen gw yang bilang bahwa Zona Kampus jadinya mulai jam 13.00 – 16.00. Luar biasa! Dan langsung gw telepon temen gw itu, dan dia bilang itu kata Bu Iin, guru BK juga. Langsung gw telepon Bu Iin dan ternyata kabar itu emang benar. Guru-guru BK berhasil mengangkat masalah ini dalam forum, dan alhasil ya… kata Bu Iin, kepala sekolah sempet bingung juga, maklum, kan kepala sekolah baru, sampai akhirnya kepala sekolah mengundang guru-guru BK untuk membahas masalah ini di ruang kepala sekolah. Alhamdulillah, kepala sekolah membolehkan untuk hari Jumat, Try Out  kelas XII dilaksanakan pada pagi hari dan setelah itu tidak ada KBM, sehingga kelas XII boleh mengikuti acara Zona Kampus, tapi kelas X dan XI masih tetap belajar seperti biasa sampai jam 14.45. Ya, menurut gw itu ngga masalah, karena emang sasaran utama dari acara ini adalah siswa-siswi kelas XII, walau sebenernya sih gw berharap setelah sholat Jumat udah ngga ada KBM lagi, tapi ngga apa-apa lah, dengan kebijakan kepala sekolah ini pun gw dan temen-temen panitia udah sangat bersyukur banget. Ngga lupa kami ucapkan terima kasih kepada guru-guru BK SMA Negeri 81 Jakarta yang juga ikut berjuang untuk merealisasikan acara ini, dan juga kepada Kepala SMA Negeri 81 Jakarta yang udah memberikan kebijakan yang begitu berharga ini.

Oke, itu semua adalah perjuangan sebelum hari H. Bagaimana dengan kisah di Zona Kampus 2009? Haha, itu ada ceritanya lagi. Tunggu di posting-an gw selanjutnya.

Posted by Fauzan at 13:05:00 | Permalink | Comments (1) »

Pra-Zona Kampus 2009: Sebuah Inovasi

Tahun 2009 telah tiba. Untuk Amazon artinya waktu untuk mempersiapkan Zona Kampus tinggal 30 hari lagi. Namun, sebelum Zona Kampus 2009 yang direncanakan akan dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Januari 2009, kita akan membuat suatu inovasi baru, yaitu Pra-Zona Kampus 2009. Mengapa Pra-Zona Kampus? Ya, seperti yang udah gw tulis juga dalam posting-an blog sebelumnya, ini memang suatu konsep acara yang gw ajukan untuk Zona Kampus tahun ini. Alasannya? Ya, kebetulan gw punya cukup banyak teman angkatan Olympus (2006) yang sekarang kelas XII, dan banyak dari mereka yang mengeluhkan ke gw masalah Zona Kampus yang hanya diadakan selama beberapa jam, sedangkan yang pasti terjadi nanti adalah semua stand universitas akan penuh dengan anak-anak kelas XII yang sangat “haus” informasi, dan ngga semua anak kelas XII bisa masuk ke dalam stand fakultas/universitas yang memang mereka ingin ketahui lebih banyak.

Atas dasar itu, akhirnya gw berpikir untuk membuat suatu inovasi baru di Zona Kampus 2009 yang gw beri nama Pra-Zona Kampus 2009. Dalam Pra-Zona Kampus ini kita bekerja sama dengan guru-guru BK SMA Negeri 81 Jakarta. Jadi, kita masuk ke kelas-kelas pada saat jam BK (45 menit) dan kemudian mempresentasikan fakultas tempat kita sekarang, bukan universitasnya. Yang ditonjolkan dalam Pra-Zona Kampus ini memang fakultasnya, sedangkan ketika Zona Kampus nantinya adalah universitasnya. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak kelas XII bisa membandingkan antara fakultas di satu universitas dengan univesitas lainnya. Sebagai contoh, kelas XII IPS 1 mendapat presentasi dari fakultas ekonomi, nah, yang presentasi di dalamnya ada dari FE UI, FEB UGM, dan STAN. Jadi, mereka bisa membandingkan bagaimana kelebihan dan kekurangan fakultas yang sama di universitas yang berbeda-beda (universitas A, B, C, dst.)

Alasan lain mengapa gw mengajukan Pra-Zona Kampus adalah sebagai penarik perhatian untuk siswa-siswi SMA Negeri 81, khususnya siswa-siswi kelas XII. Karena memang tidak semua kelas mendapat presentasi dari seluruh fakultas maka dengan begitu diharapkan mereka bisa lebih semangat mengikuti Zona Kampus atau acara puncaknya dengan mengunjungi stand-stand universitas yang di dalamnya terdapat fakultas-fakultas yang mereka ingin ketahui lebih banyak. Misalnya, kelas XII IPA 1 selama tiga minggu acara Pra-Zona Kampus, pada pelajaran BK mendapatkan presentasi dari F.Psi, FKM, dan FT, sedangkan tentunya tidak semua siswa dalam kelas tersebut mau melanjutkan studinya di F.Psi, FKM, atau FT. Ada yang mau melanjutkan ke FK, FKG, FH, dsb. Lalu bagaimana caranya kalo mereka mau mendapatkan informasi tentang fakultas-fakultas lainnya? Nah, oleh karena itu, datanglah ke Zona Kampus 2009, karena di sana akan ada semua fakultas dan jurusan yang bisa mereka kunjungi stand-stand-nya.

Melalui Pra-Zona Kampus ini juga, siswa diharapkan bisa lebih semangat untuk mencari tahu tentang jurusan yang akan dia ambil nantinya, baik dalam ujian USM, UM, PBS, UTUL, UMB, SIMAK UI, SNMPTN, dsb. Karena dengan Pra-Zona Kampus ini, pendekatan yang dilakukan menjadi lebih personal dan mereka bisa lebih fokus memperhatikan, dan juga bisa bebas bertanya tentang segala hal yang ingin mereka ketahui tentang fakultas/jurusan yang dipresentasikan. Hal inilah berbeda ketika di Zona Kampus.

Pra-Zona Kampus ini dilaksanakan selama tiga minggu, mulai dari tanggal 12 Januari s.d. 29 Januari 2009. Pada mulanya Pra-Zona Kampus hanya ditujukan untuk siswa-siswi kelas XII. Namun, setelah gw konsultasikan dengan beberapa guru BK mengenai kelas X dan XI, apakah perlu dilibatkan atau tidak, ternyata mereka (guru BK) sangat berharap bahwa kita pun bisa presentasi di kelas X dan XI. Gunanya apa? Untuk memberi mereka gambaran umum dan bisa juga untuk memotivasi mereka. Sehingga pada akhirnya Pra-Zona Kampus 2009 pun ditujukan untuk seluruh siswa SMA Negeri 81 Jakarta, tanpa terkecuali.

Berdasarkan pengalaman pribadi gw yang presentasi di beberapa kelas XII dan kelas XI, sungguh sangat luar biasa, melihat mereka sangat antusias mendengarkan setiap presentasi yang diberikan. Ngga cuma gw, tapi juga temen-temen gw yang presentasi merasa sangat puas dengan berbagai feedback yang diberikan oleh siswa kelas XII setelah presentasi. Selain itu, tanggapan dari guru-guru BK pun sangat baik, bahkan mereka sangat mengharapkan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan setiap tahun, karena informasi-informasi yang diberikan selama presentasi sangat bermanfaat dan sebenarnya hal-hal tersebut sudah menjadi suatu kebutuhan.

Karena Pra-Zona Kampus ini adalah yang pertama dan merupakan hal baru, tidak dipungkiri bahwa gw sebagai seksi acara sempat merasa agak kewalahan mengatur kegiatan ini. Mulai dari masalah jadwal, masalah materi presentasi, hingga masalah teknis. Tapi alhamdulillah berkat dukungan dari semua pihak, terutama dari temen-temen panitia dan tentunya guru-guru BK, kegiatan Pra-Zona Kampus bisa berjalan dengan lancar sampai dengan hari terakhir, tanggal 29 Januari 2009.

Posted by Fauzan at 08:32:18 | Permalink | No Comments »

Menuju Zona Kampus 2009

Di awal tahun 2009 ini angkatan Amazon (2005) akan kembali mengguncang SMA Negeri 81 Jakarta. Enam bulan sudah Amazon meninggalkan SMA-nya ini, dan kini tiba saatnya untuk kembali unjuk gigi.

Seperti di posting-an gw sebelumnya tentang Zona Kampus, kali ini giliran angkatan gw lah yang ngurus acara ini. Sebenernya pembahasan mengenai acara Zona Kampus ini udah mulai dibahas sejak pertemuan angkatan Amazon yang berada di UI dengan pengurus Forsil dan Kilas sejak sekitar bulan September 2008 yang lalu. Sejak saat itu beberapa dari temen-temen gw angkatan Amazon mulai mempertanyakan tentang Zona Kampus yang akan kita adakan nantinya, walaupun emang belum terlalu serius, entah kadang cuma basa-basi, atau emang beneran pengen nanya, tapi ya itu biasa lah.

Sampe akhirnya sekitar bulan November 2009, mulai ada perbincangan yang agak serius mengenai Zona Kampus ini. Apalagi pas gw mendengar desas-desus tentang UAN kelas XII yang akan dilaksanakan pada bulan Februari, hal itu pun sempet bikin gw dan beberapa temen gw (yang kebetulan kita agak sedikit peduli dengan Zona Kampus ini) khawatir dan bingung. Kenapa? Ya tentunya kalo UAN jadi bulan Februari, pastinya bulan Januari anak-anak kelas XII udah pada sibuk Try Out, dan pasti bakal susah banget minta perizinan sama pihak sekolah untuk ngadain acara-acara kayak gini, terlepas dari acara ini sebenernya ada manfaatnya (banget). Dan bingung juga, karena kalo emang UAN bulan Februari, berarti paling ngga acara Zona Kampus harus diadakan secepatnya. Bahkan dari pihak guru-guru BK sempat mendesak gw untuk segera melaksanakan Zona Kampus di bulan Desember. Nah loh! Berarti kalo emang jadinya Zona Kampus bulan Desember, ngga akan ada Zona Kampus 2009, yang ada nantinya Zona Kampus 2008 Season II, karena sebelumnya di bulan Februari 2008 (kalo ngga salah) angkatan Atlantis (2004) juga bikin acara Zona Kampus, dan emang seharusnya Zona Kampus menjadi acara tahunan. Lagipula, kalo emang ternyata harus bulan Desember, bahkan dari angkatan gw pun masih belum siap, masih banyak yang ospek dan segala macamnya.

Tapi ternyata, alhamdulillah, ternyata UAN ngga jadi bulan Februari 2009, gw ngga ngerti apakah yang UAN Februari itu tadinya cuma gosip atau isu doang, tapi yang jelas UAN kelas XII jadi bulan April. Ya kalo boleh jujur, yang ngerasa seneng dan lega bukan cuma anak-anak Olympus kelas XII, tapi kita juga yang Amazon ngerasa lega karena berarti kita bisa lebih siap dan matang untuk bikin Zona Kampus tahun ketiga – Zona Kampus 2009.

Setelah gw juga ikut mengklarifikasi tentang berita perubahan jadwal UAN tersebut kepada pihak sekolah, maka gw bersama beberapa orang temen gw langsung merencanakan untuk membuat Zona Kampus 2009 secara serius. Di sini lah awal dari perjalanan menuju Zona Kampus 2009 dimulai.

Dimulai dari pertemuan kecil-kecilan di rumah gw. Sebenernya gw ngundang hampir sekitar 20 orang temen gw, tapi ironisnya, cuma tiga orang yang dateng. Ada Atha dan Bram sebagai perwakilan dari UI dan Faldi sebagai perwakilan dari UGM, dan gw ya sebagai tuan rumah tentunya, hehe. Perbincangan antara gw dengan ketiga temen gw itu akhirnya memutuskan ketua dan wakil ketua panita Zona Kampus 2009, yaitu Muharram Atha (F.Psi UI 2008) sebagai ketua panitia dan Bramanto Wicaksono (Akuntansi – FE UI 2008) sebagai wakil ketua panitia, sedangkan Faldi (FEB UGM 2008) sebagai Penanggung Jawab (PJ) UGM, sementara gw sendiri lebih memilih sebagai anggota seksi acara yang juga sebagai MC nantinya, daripada sebagai koorditor seksi acara. Selain itu juga kita menetapkan beberapa PJ fakultas (khusus UI) dan universitas sementara, berhubung orang yang dateng sangat sedikit.

Dalam rapat itu juga, gw mengajukan tiga konsep baru untuk Zona Kampus 2009. yang pertama, di Zona Kampus 2009 nanti kita akan mengikutsertakan alumni-alumni (khususnya Amazon) yang ada di UNJ (di dua Zona Kampus sebelumnya, UNJ tidak ikut di dalamnya), yang kedua, sebelum Zona Kampus 2009, kita akan mengadakan Pra-Zona Kampus, dan yang ketiga, kita akan membuat satu stand tambahan di lapangan bulu tankis, yaitu stand konsultasi SNMPTN, UM, USM, UMB (waktu itu belum ada berita tentang SIMAK UI), dsb. Dari ketiga konsep ini, konsep stand konsultasi yang ngga jadi, tapi alhamdulillah dua lainnya jadi.

Setelah rapat pertama di rumah gw, baru akhirnya kita ngumpulin anak-anak Amazon yang di UI untuk ikut rapat berikutnya. Di rapat berikutnya baru kita membentuk panitia Zona Kampus 2009. panitia Zona Kampus emang cuma dari anak-anak UI, bukannya karena pengen nampang atau gimana, tapi emang supaya lebih efisien, karena kan ngga mungkin misalnya ada seksi perlengkapan yang anak ITB atau UGM, atau bendaharanya dari anak UNPAD, pasti bakal susah banget. Jadi mereka yang non-UI, tiap universitas punya satu orang PJ, nah PJ inilah yang nanti ngatur universitas mereka masing-masing dan mereka pun sangat berperan penting dalam terlaksananya Zona Kampus 2009 ini. Selanjutnya? Ya, selanjutnya kita ke posting-an gw selanjutnya mengenai Pra-Zona Kampus 2009, oke?

Posted by Fauzan at 08:27:39 | Permalink | No Comments »

Zona Kampus

Sejak tahun 2007, alumni-alumni SMA Negeri 81 Jakarta, khususnya alumni dari angkatan Dinasti (2003) memprakarsai sebuah acara yang bernama Zona Kampus, sebuah acara yang ditujukan untuk memberikan gambaran umum mengenai berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia kepada siswa SMA Negeri 81 Jakarta, khususnya siswa kelas XII. Acara Zona Kampus itu sendiri intinya adalah para alumni SMA Negeri 81 Jakarta yang telah tersebar di berbagai PTN di Indonesia memberikan informasi mengenai PTN-nya masing-masing kepada seluruh siswa dengan mempresentasikannya dan juga mendirikan stand-stand universitas mereka masing-masing. Acara yang dilaksanakan hanya dalam beberapa jam tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kelas XII karena dengan begitu mereka bisa membandingkan langsung berbagai macam fakultas dan jurusan antara satu universitas dengan universitas lainnya.

Awalnya Zona Kampus dilaksanakan di semester ke-2 antara bulan Januari atau Februari, yaitu ketika para alumni memang sedang berada dalam masa liburan semester pertama, dan pada akhirnya Zona Kampus pun terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya hingga kini sudah masuk di tahun ke-3. Zona Kampus itu sendiri juga menjadi media bagi para alumni untuk berkumpul atau bereuni setelah beberapa lama berpisah.

Untuk merealisasikan acara Zona Kampus memang bukanlah suatu hal yang mudah. Walaupun acara ini mengatasnamakan alumni, panitia dan peserta inti Zona Kampus adalah dari satu angkatan tertentu. Jadi, sebenarnya nama suatu angkatan lebih dominan dalam acara ini. Kalau dulu suatu angkatan pernah diuji kekompakan dan kesatuannya dalam kegiatan Trip Observasi ketika masih kelas X, maka di acara Zona Kampus kekompakan angkatan tersebut kembali diperlukan, apalagi karena mereka telah menyebar ke berbagai daerah di luar Jakarta, dan hal itu bukanlah satu hal yang mudah.

Di tahun ketiga Zona Kampus, angkatan Amazon (2005) berusaha untuk meneruskan acara ini. Tahun ketiga ini bukanlah tahun yang mudah dan merupakan tahun penentuan untuk pelaksanaan Zona Kampus di tahun-tahun berikutnya. Namun, di tahun ketiga Zona Kampus ini juga angkatan Amazon mencoba membuat beberapa inovasi baru dalam pelaksanaan Zona Kampus. Zona Kampus 2009 oleh Amazon telah dilaksanakan dengan baik tanggal 30 Januari 2009 kemarin. Sebuah perjuangan yang tidak mudah untuk merealisasikan acara ini. Semoga angkatan-angkatan berikutnya juga dapat meneruskan acara Zona Kampus ini dan terus mengembangkan ide-ide baru untuk membuat acara tersebut semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Posted by Fauzan at 08:24:17 | Permalink | No Comments »